Program HTI Perlu Perhatian Serius

by -2 views

*HTI Banyak Rekrut Masyarakat Sekitar Jadi Pekerja

MANGGAR-Aksi penolakan sekelompok masyarakat terhadap aktifitas Hutan Tanaman Industri (HTI) di kawasan pembibitan tanaman karet di Desa Simpang Pesak, Sabtu (29/8) pekan lalu, perlu menjadi perhatian serius. Pasalnya, nilai investasi yang ditanamkan telah membantu ratusan masyarakat sekitar untuk dapat bekerja.
Salah satunya, perusahaan HTI yang telah memiliki perizinan lengkap berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan adalah PT. Indo Sukses Lestari Makmur (ISLM). Sejak tahun 2012, PT. ISLM telah memperoleh SK IUPHHK-HTI defenitif sesuai keputusan Menhut nomor SK.780/Menhut-II/2012 tertanggal 26 Desember 2012.

Aksi unjuk rasa masyarakat untuk menolak pembangunan HTI juga pernah terjadi awal tahun 2014 silam di halaman kantor Bupati Beltim. Namun, penolakan tersebut justru menguatkan perusahaan setelah pihak Kementerian membalas surat Bupati Beltim, Basuri T Purnama, nomor 590/21/I/2014 tanggal 15 Januari 2014.

Isi surat balasan tersebut, antara lain menyebutkan, pembangunan HTI bertujuan untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil hutan. Selain itu, Kementerian Kehutanan juga menyebutkan perusahaan menerima SK dengan luasan lahan kurang lebih 10.045 hektar di Kabupaten Beltim.
Sebagai catatan, SK Menhut telah mengacu pada rekomendasi Bupati Beltim, rekomendasi Gubernur Bangka Belitung (Babel), kelayakan lingkungan sesuai keputusan Gubernur Babel dan serta penyusunan UPHHK-HTI yang telah memperoleh pengesahan bagan kerja UPHHK-HTI.

General Manager PT. ISLM, Hamidin menegaskan pasca aksi demontrasi tahun 2014 silam memang berujung pada surat Bupati Beltim kepada Menteri Kehutanan. Namun, banyak yang tidak mengetahui bahwa surat balasan tidak mengubah apapun atas SK Menteri Kehutanan atas IUPHHK-HTI.

“Benar kita memang terima surat tembusan dari Kementerian. Inilah yang masyarakat banyak tidak atau belum mengetahuinya,” ujar Hamidin sambil menunjukkan surat kepada Belitong Ekpsres, Selasa (1/9) sore kemarin.

Hal penting lain yang disebutkan dalam surat balasan kepada Bupati Beltim adalah pemberian izin juga ditindaklanjuti dengan surat edaran Gubernur Babel berupa permintaan agar mendukung pembangunan HTI. Dengan alasan dalam rangka mengurangi kerawanan dan konflik sosial, sebagai upaya mitigasi/mengurangi lahan kritis serta meningkatkan produktifitas lahan, membantu upaya perlindungan dan pengamanan areal kawasan hutan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Babel, Hidayat Arsani saat mengunjungi lokasi pembibitan karet HTI di Desa Simpang Pesak, bulan Juni 2015 lalu. Wagub mengajak masyarakat melihat sisi keuntungan Hutan Tanaman Industri (HTI) bagi peningkatan ekonomi. Selain itu, Wagub juga meminta penolakan HTI memiliki alasan kuat, setidaknya bagi peningkatan perekonomian masyarakat.

“Jangan banyak bicara, mari cek lapangan. Ada gunanya tak HTI itu, jangan membuat kontra. Investasi harus dijaga. Bangka Belitung siaga satu bidang ekonomi, ini (HTI, red) program pro rakyat,” ujar Wagub saat mengunjungi lokasi pembibitan HTI di Desa Simpang Pesak.

Menurut Wagub, selama tidak melanggar aturan, pembangunan HTI sangat baik. Apalagi, dalam skala besar akan membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak. Untuk itu, Wagub mengingatkan perusahaan HTI agar mengutamakan maayarakat sekitar sebagai pekerja.

“HTI itu, selama menurut Undang-Undang diberlakukan tidak melanggar aturan, sangat baik sekali. Jadi saya apresiasi cukup baik. Mohon kiranya pemerintah, Kades, Lurah dan masyarakat dapat mendukung karena kembali untuk rakyat. Dan harus mengutamakan pekerja disini, kecuali mereka tidak mau,” tegasnya.

Wagub juga menginginkan, pembangunan HTI di Desa Simpang Pesak menjadi percontohan bagi desa lain, yang masuk konsesi HTI. Perusahaan HTI juga diminta memperhatikan masyarakat yang terdampak langsung maupun tidak langsung. (feb)