Program Rapiah DLH Belitung Mulai Dilaksanakan Kembali

by -
Program Rapiah DLH Belitung Mulai Dilaksanakan Kembali
Foto Istimewa

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Program Pemilihan Sampah Berhadiah (Rapiah) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung mulai dilaksanakan kembali. Sebelumnya diberhentikan akibat wabah Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Belitung Edi Usdianto mengatakan, Program Rapiah dilaunching akhir Desember 2019 dan sempat dilaksanakan di awal januari 2020, namun karena Pandemi Covid-19 akhirnya diberhentikan.

“Awal juli ini kita laksanakan lagi, di lalukan di Posko 2 Satgas Lebah di jalan Saidan Kelurahan Parit,” kata kata Kepala DLH Kabupaten Belitung, Edi Usdianto kepada Belitong Ekspres, Selasa (7/7) kemarin.

Dikatakan Edi, untuk “Pilot Project” ada di 2 kelurahan yaitu Kelurahan Tanjung Pendam dan Parit. Rapiah dilakukan oleh tim satgas di lapangan.

“Tim Satgas sudah melakukan koordinasi dengan lurah, di 2 kelurahan itu untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat hingga level RT, komunitas peduli lingkungan di 2 kelurahan itu, komunitas ibu-ibu, komunitas pemuda. Biar kegiatan ini bisa berjalan maksimal dengan melibatkan stakeholder yang ada di 2 kelurahan itu,” jelasnya.

Lebih lanjut pria yang karib disapa Edu mengatakan, apabila Program Rapiah berjalan dengan baik di 2 kelurahan tersebut, maka akan dilanjutkan ke desa atau kelurahan yang lainnya. “Mudah-mudahan ini bisa memberikan contoh yang baik ke masyarakat, bahwa sampah sudah terpilah di rumah,” terangnya.

Kemudian Edu menjelaskan, masyarakat memilah sampah rumah tangga itu dari rumah mereka, dan membawa ke Posko 2 di jalan Saidan Tanjungpandan. Di sana sudah tersedia tong sampah atau wadah sesuai dengan sampah yang telah masyarakat pilah terlebih dahulu.

“Nanti sampah yang sudah terpilah ditukar dengan kupon, dan kupon itu setiap 1 bulan kembali akan diundi, dan akan mendapatkan hadiah,” jelasnya.

Adapun hadiah tersebut berupa barang, yang berasal dari dana CSR dari beberapa perusahaan di Belitung, karena kegiatan tersebut tidak menggunakan dana Pemerintah. Edu berharap Program ini bisa memberikan semangat kepada masyarakat, bukan melihat dari nilai hadiahnya, tetapi menjadikan motivasi untuk merubah pola hidup masyarakat dalam pengelolahan sampah.

“Hadiah-hadiah itu langsung dari pihak perusahaan menyediakan, nanti setiap akhir bulan atau awal bulan akan dilakukan pengundian, sedangkan diakhir tahun 2020 akan diadakan undian hadiah utama, namun hadiahnya masih dirahasiakan,” paparnya.

Dia menyebutkan, sampah-sampah rumah tangga yang dipilah yaitu, ada organik dan non organik, kertas dan logam. “Kita lihat nanti, untuk non organik kita lihat beratnya, kalau organik kita lihat volumenya, karena organik volumenya lebih besar. Jadi kita beri per kupon sesuai sampah yang dibawa masyarakat, nanti tim satgas yang akan menilai ada berapa kupon yang diberikan ke masyarakat,” tukasnya.

Selain warga di 2 kelurahan itu tambah Edu, bisa saja mengikuti Program Rapiah dengan di pusatkan di Posko 2 tersebut. “Sambil berjalan nanti, warga di luar dari 2 keluarahan itu bisa melakukan itu juga,” pungkas Edu. (dod)

Editor: Yudiansyah