banner 728x90

Program STMB, Kades Aik Ketekok Larang Warga BAB Sembarangan

Life at ease with amazing nature| Leebong island
Desa Air Ketekok

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie saat memberikan tong sampah secara simbolis kepada Kades Aik Ketekok.

belitongeskspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Desa Aik Ketekok Kecamatan Tanjungpandan ditetapkan sebagai Desa pencanangan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Selasa (17/9) kemarin.

Penetapan tersebut ditandai dengan pemukulan gong dan pemberian tong sampah secara simbolis oleh Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, kepada Kepala Desa (Kades) Aik Ketekok Antoni di Aula Kampus Akademi Manajemen Belitung (AMB).

Dalam kesempatan tersebut Isyak Meirobie mengatakan, program STBM merupakan program yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat.

Program STBM juga merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat perubahan perilaku masyarakat dan menyediakan sanitasi yang memenuhi standar kesehatan.

Dijelaskannya STBM terdiri dari lima pilar yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, dan pengamanan limbah cair rumah tangga.

Lebih lanjut Politisi Partai Nasdem ini mengatakan, kesuksesan program STBM sangat besar andilnya jika ditunjang dari kinerja oleh semua pihak dalam menwujudkan masyarakat yang mandiri dalam meningkatkan derajat kesehatan.

“Tentunya semua pihak harus bekerjasama untuk kesuksesan program STBM ini. Apalagi Belitung sebagai daerah tujuan pariwisata. Oleh sebab itu bukan hanya soal keindahan saja, tetapi juga kebersihan menjadi modal utama untuk daerah pariwisata,” pungkasnya.

Kades Aik Ketekok Antoni mengucapkan terimakasih karena Desa Aik Ketekok dicanangkan sebagai desa percontohan STBM dan Pemerintah Desa Aik Ketekok siap mensukseskan program STBM tersebut.

Menurutnya, sebagai desa yang berada di daerah perkotaan, baik dari sisi sosial dan geografis, di mana masyarakatnya sudah mengerti hidup bersih dan sehat, rasa-rasanya sudah tidak ada lagi warga desa yang BAB sembarangan.

“Meski begitu kita akan tetap memantau warga melalui RT dan Kadus setempat untuk memastikan ada atau tidaknya masyarakat yang masih BAB sembarangan. Apabila ada jamban yang rusak maupun pengolahan air limbah yang masih kurang baik, kita di pemerintah desa akan menganggarkan untuk perbaikan dan kita bantu dengan program-program desa,” tutupnya. (rez)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply