Promosi Dispar Rendah Inovasi dan Kreasi

by -

PANGKALPINANG – Dikenalnya Provinsi Bangka Belitung (Babel) sebagai tempat wisata dan didukung oleh pelaku-pelaku wisata, ternyata justru stagnan dan monoton. Pasalnya, keindahan tempat wisata dan kreativitas pelaku-pelaku seni dan budaya memajukan daerah, terkendala karena keberadaan Dinas Pariwisata menjadikan pelaku-pelaku wisata sebagai pelengkap, bukan sebagai yang terdepan.
“Aktivitas yang dilakukan stagnan. Dan Format promosi, rendah inovasi dan kreasi,” keluh Ketua Komisi II DPRD Babel Antonius, Senin (26/10) kemarin.
Sekretaris fraksi PKS DPRD Babel itu pun menambahkan, lemahnya dan tidak berkembangnya pariwisata Babel, karena Dinas pariwisata kurang melibatkan pelaku-pelaku pariwisata. “Itu yang kurang diberdayakan. Format yang dilakukan hingga kini monoton dan memang standarnya pemerintah.  Belum lagi pekerja seni, seharusnya inilah yang harus diberdayakan, harusnya didukung. Selama ini masih ala pemerintah dan terukur, justru ini yang berbahaya,” imbuhnya lagi.
Anggaran pariwisata apalagi untuk promosi, Anton menyebutkan bahwa anggaran sudah sangat banyak. “Kelemahannya even-even yang dilakukan selalu mengulang format-format yang lama, akhirnya membosankan,” tuturnya lagi.
Menyikapi hal ini, seharusnya kata Anton, ada keterlibatan yang harus didukung penuh dari para pekerja-pekerja profesional. Yakni, pelaku wisata, budayawan, pelaku seni dan lainnya. “Karena mereka ujung tombaknya, yang harus diberdayakan untuk memajukan pariwisata. Dan keberadaan pemerintah cukup koordinasi, pendampingan, dan pengawasan. Selama ini birokrasinya yang ribet dan ini yang justru menghambat promosi pariwisata,” pungkasnya.(iam)