Protes Pembangunan Tower

by -

*Takut Bahaya & Rentan Petir

Pembangunan Tower pemancar milik salah satu operator seluler yang berada di sekitar pemukiman Kelurahan Tamberan Pasir Padi, Kelurahan Bukit Intan Pangkalpinang.
Pembangunan Tower pemancar milik salah satu operator seluler yang berada di sekitar pemukiman Kelurahan Tamberan Pasir Padi, Kelurahan Bukit Intan Pangkalpinang.

PANGKALPINANG – Pembangunan Tower pemancar milik salah satu operator seluler yang berada di sekitar pemukiman Kelurahan Tamberan Pasir Padi, Kelurahan Bukit Intan Pangkalpinang diprotes warga. Protes tersebut dikarenakan pembangunan Tower setinggi 25 meter milik PT Daya Mitra itu tanpa mengindahkan keinginan masyarakat setempat agar Tower tidak dibangun di pinggir jalan raya.
Kepada wartawan harian ini, salah seorang warga, Sri Handoyo, mengatakan protes yang dilakukan karena pihak perusahaan tidak memberikan jaminan kepada warga-bila ada permasalahan di kemudian hari. Lokasi tower yang berada di pinggir jalan, dikhawatirkan radiasinya akan berdampak pada kerusakan alat-alat elektronik seperti tv, radio, kulkas dan lainnya.
“Kami meminta perusahaan memberikan jaminan kepada kami karena dekatnya Tower dengan rumah kami, mana tahu kemudian hari adanya radiasi maupun pengaruh atas keberadaan Tower tersebut. Apalagi petir yang kerap terjadi. Itu juga salah satu yang kami khawatirkan,” ujarnya saat dijumpai wartawan di lokasi pembangunan tower, Minggu (1/5).
Protes ini, lanjutnya, dibuktikan dengan 6 Keluarga sudah melayangkan surat kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dan DPRD untuk meminta agar Pemkot mengambil tindakan.
“Tanggal 11 April lalu kami sudah layangkan surat. Isinya kami meminta Pemkot dan DPRD tidak mengeluarkan izin apapun terhadap perusahaan yang mengolah dan bertanggung jawab terhadap tiang tower tersebut,” pintanya.
Ditambahkan warga lainnya, Tri, juga mengaku kuatir dengan radiasi serta ancaman petir karena keberadaan tower. Belum lagi, masalah kompensasi dari perusahaan juga tidak tepat sasaran.
“Kita Jaminan apabila alat elektronik kena petir. Lucunya, kompensasi kok diberikan kepada warga yang rumahnya jauh dari tower. Rumah kami yang sangat dekat tidak dianggap sama sekali. Kami juga sudah melayangkan pengaduan 3 minggu lalu, tetapi belum juga ditanggapi, baik Pemkot maupun DPRD,” ungkapnya.
Sebelum pembangunan tower, tegas Tri, tidak pernah disosialisasi oleh pihak perusahaan.  “Seharusnya pemerintah turun tangan. Kok kita yang disuruh nyari alamat perusahaannya sendiri. Perusahaan juga tidak melakukan sosialisasi sama kita. Sebelum batu pertama harusnya diselesaikan. Ini sudah hampir selesai tetapi tidak ada sosialisasi sama sekali,” tukasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Pangkalpinang, Dapil Bukit Intan-Girimaya, Nursamsi membenarkan pihaknya sudah menerima surat pengaduan masyarakat tersebut.
“Akan segera kita tindaklanjuti masalah ini. Ini akan kita bawa dalam rapat komisi untuk memanggil pihak-pihaknya yang bersangkutan,” tegasnya. (fiz)