Proyek Baturusa II Molor Lagi!

by -

*Kadis PU : Sudah Tahap Finishing
*DPRD : Ini Sudah Kegagalan Komitmen

foto tengah. Jembatan Batu Rusa
Jembatan Baturusa II.

PANGKALPINANG – Penyelesaian pengerjaan mega proyek Jembatan Baturusa II sebagai sarana penghubung masyarakat Pangkalpinang-Kabupaten Bangka dipastikan kembali molor, yang semula ditargetkan selesai 27 Mei  2016 lalu. Namun kenyataan di lapangan, pengerjaan proyek yang menelan anggaran APBD Babel senilai Rp420 M masih terus dilakukan oleh pihak kontraktor, Senin (30/5) sekitar pukul 14.00 WIB kemarin.

Kondisi ini tentu saja membuat pertanyaan dikalangan masyarakat, mengingat pembangunan jembatan sudah berlangsung cukup lama bahkan sudah terhitung empat kali berganti Kepala Dinas (Kadin) Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya (CK). Sontak warga sendiri kembali mempertanyakan kepada pemerintah apa yang menjadi kendala sehingga proyek jembatan tak kunjung selesai sesuai target.

“Inikan sudah lama sekali pengerjaanya, tapi sampai sekarang belum juga rampung. Apa yang menjadi kendala, padahal anggaran yang telah dikucurkan untuk pembangunan mega proyek jembatan ini nilainya sangat bersar,” ujar Julius warga Pangkalbalam ketika ditemui Radar Bangka, di lokasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ketapang, (30/5) kemarin.

Menurutnya, pemerintah sudah melakukan warning kepada pihak kontraktor yakni penyelesaian proyek sudah harus selesai pada tanggal 27 Mei 2016 kemarin. Sayangnya, upaya itu tidak akan terealisasi mengingat tahap pengerjaanya masih berlangsung. ”Bagaimana mau selesai tepat waktu pak, lihat saja aktifitas diatas jembatan masih dilakukan,” katanya.

Sementara warga lainnya, Zulkarnain mengatakan, langkah Pemerintah Provinsi membangun jembatan Baturusa II sudah sangat tepat, akan tetapi pelaksanaan di lapangan perlu dilakukan kajian lebih serius. Terlebih lagi dari awal pengerjaan sampai saat ini belum juga selesai. Padahal, jika jembatan Baturusa rampung, secara tidak langsung roda perekonomian masyarakat akan sangat terbantu.

“Trobosan pemerintah sudah benar, tinggal bagaimana upaya pengawasan dilapangan. Seharusnya jika pihak terkait terus melakukan pengawasan sudah barang tentu jembatan batu rusa sudah dapat dilalui masyarakat,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadin) Pekerjaan Umum (PU) Babel, Ir Hasanudin menanggapi terbalik dengan apa yang disampaikan masyarakat disekitar lokasi pembangunan jembatan Baturusa, menurutnya saat ini pekerjaan jembatan memasuki tahap finishing. “Saat ini jembatan sudah masuk tahap finishing, tinggal menunggu peresmian oleh Presiden Jokowi. Untuk itu, kita menunggu jadwal presiden,” kata Hasanudin, saat ditemui wartawan di kantor DPRD Babel.

Terkait hal ini, Anggota Komisi III DPRD Babel, Syamsirwan menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera meninjau lokasi jembatan Baturusa. Pada saat yang lalu tidak ada kendala lagi pada tahap penyelesaian terhadap jembatan Baturusa. Dan dirinya akan segera berkoordinasi dengan ketua komisi III untuk mempertanyakan kapan tepatnya jembatan Baturusa selesai.

“Jadi harapan kami dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan terhadap komitmen yang sudah disampikan yang lalu. Apa kendala lagi yang terjadi dilapangan, jika alasan alasan yang sudah-sudah tentu tidak dapat kita terima,”tegasnya.

Menurut Syamsirwan jika Dinas PU Babel dan Kontraktor menyalahkan cuaca hal itu tentu tidak harus terjadi, mengingat dalam hal ini dinas PU Babel dapat berkoordinasi dengan pihak sektoral sehingga sudah lebih dulu memiliki gambaran. “ Ini sudah kegagalan komitmen, maka itu harus kita garis bawahi benang merahnya, ini menjadi persoalan. Agar yang berikutnya jangan sampai terjadi kegagalan seperti demikian. Jadi kami anggota dewan punya hak mempertanyakan, mampu atau tidak menyelesaikan proyek itu.”tegasnya.

Dengan keterlambatan proyek jembatan Baturusa II sendiri, pelaksanaanya sudah berlarut larut proses pengerjaannya. Sehingga banyak merugikan masyarakat seperti menguras tenaga, pikiran dan seharusnya untuk menopang roda perekonomian masyarakat jadi luas menjadi tersendat. “Banyak faktor yang harus dirugikan. Maka itu, kami akan segera meninjau lokasi dan mempertanyakan persoalan ini kepada pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas PUCK Babel. “tegasnya.

Terkait kapan Komisi III akan meninjau lokasi jembatan Baturusa II, dirinya mengaku akan lebih dulu berkordinasi terlebih dulu dengan ketua Komisi. “Kita akan lihat jembatan Baturusa II dan Bandara. Selama ini kita sibuk-sibuk Banmus, Panwas tapi didalam daerah tidak terpantau. Maka itu dalam waktu dekat jembatan batu rusa dan Bandara akan kita tinjau,”tutup Syamsirwan. (cr1)