PT HBIL Masuk Penyelidikan Polres

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

KOBA – PT Hans Buana Intiguna Lestari (HBIL) dikabarkan masuk dalam penyelidikan pihak kepolisian terhadap berbagai aspek dan indikasi pelanggaran. Perusahaan yang bergerak di perkebunan kelapa sawit sebelumnya juga disoroti anggota DPRD Bangka Tengah (Bateng) yang duduk di Komisi II. Polres Bateng.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Bateng AKBP M Zainul melalui Kasat Reskrim AKP Pebriandi Haloho membenarkan hal tersebut. Dalam waktu dekat ini pihaknya bersama Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disperhut) Bateng akan segera turun ke lapangan untuk mengecek lokasi PT HBIL di Desa Celuak Kecamatan Simpang Katis tersebut.
“Memang betul kini kami tengah melakukan penyelidikan terkait legalitas dan izin usaha PT. HBIL itu yang informasinya telah dialihkan kepemilikannya dari Handoko kepada Deden, kami bersama pihak terkait akan segera mengecek lokasi kemudian akan memanggil pemilik perusahaan itu,” ujar AKP Pebriandi Haloho di ruang kerjanya, Jumat (16/1) kemarin.
Ia menambahkan, sebagai informasi awal yang diterima pihaknya, indikasi pelanggaran PT HBIL telah beroperasi tanpa Izin Usaha Perkebunan ataupun Hak Guna Usaha (HGU) sejak 7 tahun belakang, tepatnya sejak 2009 lalu di dua tempat berbeda yakni Desa Celuak di atas lahan seluas 256 hektar dan 900 Ha di Desa Kerantai.
“Aktivitas kegiatan perambahan hutan dengan ditanami sawit oleh perusahaan PT HBIL ini terkuak saat masyarakat Celuak mempertanyakan program CSR hingga plasmanya, hingga kami menilai harus menyelidiki kasus ini,” imbuhnya.
Diungkapkan AKP Pebriandi Haloho, bahwa di dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan atau Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan (P3H) sudah jelas tercantum bagi oknum perambah kawasan hutan secara illegal akan dituntut dengan kurungan penjara hingga 15 tahun.
“Kini kami tengah mengumpulkan barang bukti dan memintai keterangan saksi-saksi terkait di lapangan secara intensif,” tegasnya.
Sementara Kabid Perkebunan Disperhut Bateng, Yulhana pernah menyampaikan  PT HBIL memang terdaftar izin lokasinya di atas lahan seluas 964 Ha di Bateng. Meski telah mengantongi izin lokasi, namun perusahaan itu hingga kini belum memiliki izin usaha perkebunan atau HGU. “Selama ini pula, pihak kami telah meminta agar perusahaan tersebut mengurusi legalitas usahanya. Akan tetapi, sejak berjalan 7 tahun ini pihak perusahaan tak mengindahkan hingga akhirnya mencuat kepermukaan baru-baru ini,” tandas Yulhana.(and)

Baca Juga:  Dugaan Pemalsuan Dokumen Anggota KPU Basel Bergulir

Rate this article!
Tags:
author

Author: