PT PMK Dilarang Menambang

by -

TOBOALI –Sejumlah warga Desa Jeriji dan Bikang Kecamatan Kecamatan Toboali resah dengan rencana pertambangan biji timah PT Prisma Multi Karya (PMK). Pasalnya, hingga kini belum ada kejelasan dan kesepakatan antara kedua pihak. Oleh karena itu perangkat desa serta tokoh masyarakat bersama Pemkab Basel akan turun ke lapangan mengecek lokasi penambangan.
Kepala Distamben Basel, Gatot Wibowo menjelaskan, pihaknya telah melakukan silahturahmi dan pembahasan batas wilayah Desa Jeriji dan Desa Bikang pada Senin (10/8). Dimana, dalam pertemuan di kantor Distamben Basel ini, bersama –sama mencari kejelasan karena posisi tambang perusahaan tepat berada di batas kedua desa. Dalam lokasi tambang itu, jarak WIUP PT PMK sejauh 640 meter dari batas terluar hutan produksi sesuai dengan SK Menhut nomor 798 tahun 2012 dan sejauh 810 meter dari batas terluar Desa Jeriji sesuai dengan peta dasar desa, penetapan tahun 2009.
“Ya intinya kita bersama–sama mengharapkan ada kesepakatan karena perusahaan PT PMK ini juga diharapkan ada manfaatnya bagi kedua desa. Nanti akan ada pertemuan juga di dua desa dilokasi tambang. Dan pihak perusahaan siap memberikan CSR untuk kedua desa. Jadi untuk sementara belum ada kesepakatan maka perusahaan tidak berjalan dan perusahaan sudah ada IUP produksinya seluas 129,2,” ungkapnya kepada wartawan.
Terpisah Ketua BPD Jeriji Mimik S menjelaskan, pemerintah Desa Jeriji belum lama ini telah melayangkan surat kepada PT PMK untuk tidak melakukan penambangan sebelum ada kejelasan status lahan yang digunakan untuk menambang. Menurutnya keberadaan camp perusahaan yang masuk di wilayahnya membuat resah warga sekitar. “ Nah, setelah kita cek kelapangan masalah perizinanya ternyata masuk wilayah Bikang tapi kenyataanya lokasi itu masuk wilayah Jeriji. Makanya kita minta untuk dihentikan dulu karena belum ada kejelasan peta wilayah apakah benar–benar masuk Jeriji atau masuk Bikang,”terangnya.
Menurutnya, pihaknya tidak bisa memberikan keputusan karena yang menentukan menolak atau menerima adalah masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya kedepan berinisiatif melakukan sosialisasi ke masyarakat atas rencana penambangan tersebut. “ Bagaimana nantinya ada ditangan masyarakat apakah mereka menolak atau tidak, dan hal ini akan kita sosialisasikan terlebih dulu ke masyarakat dan sekai lagi mereka yang menentukannya,” tukasnya.(bim)