PT SMM Serahkan Premi Koperasi Mitra yang Peroleh Sertifikasi RSPO

by -
PT SMM Serahkan Premi Koperasi Mitra yang Peroleh Sertifikasi RSPO
GM PT SMM Juli Wankara Purba bersama koperasi penerima Premi kebun Kemitraan yang telah mendapat sertifikasi RSPO.

belitongekspres.co.id, DENDANG – Tiga koperasi perkebunan mitra PT Sahabat Mewah Makmur (SMM) resmi mendapat sertifikat RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Adapun 3 koperasi mitra yang mendapatkan RSPO adalah Sambar Jaya Makmur, Mitra Lestari dan Mitra Anugrah. Atas perolehan tersebut, ketiga koperasi juga mendapatkan premi prize sawit berkelanjutan untuk petani kemitraan PT SMM.

Penyerahan premi prize secara simbolis diserahkan langsung oleh GM PT SMM, Juli Wankara Purba mewakili jajaran direksi yang turut menyaksikan melalui aplikasi zoom, Selasa (11/24) di ANJ Learning Center Jangkang. Seusai penyerahan premi, Juli Wankara Purba mengatakan hal tersebut merupakan kegiatan pembuktian perusahaan taat dan patuh dalam pengelolaan perkebunan secara berkelanjutan.

“Artinya kita tidak hanya mengeskploitasi sumber daya alam atau sumber daya manusia tapi kita mengikuti kaidah-kaidah, baik aturan nasional maupun aturan internasional karena ini merupakan tuntutan global dunia perkebunan pada saat ini,” ujar Purba.

Dikatakan Purba, kemitraan perkebunan sawit dengan petani bukanlah kewajiban bagi perusahaan. Namun PT SMM menyadari bahwa kepentingan masyarakat seperti komitmen perusahaan mementingkan masyarakat dan alam. “Makanya kemitraan sangat dibutuhkan,” kata Purba.

Pembuktian kemitraan SMM dengan masyarakat ditunjukkan dengan membangun kebun mitra yang dibiayai sepenuhnya oleh perusahaan sejak awal. Sepenuhnya awalnya 100 persen biaya dari perusahaan. “Walaupun setelah tanam dan mulai memghasilkan baru kami akad kreditkan. Artinya kalau perusahaan lain, dananya keluar dulu dari bank baru berani membuka lahan. Kalau kami tidak. Kami buka, membuktikan komitmen kami untuk masyarakat sekitar,” jelasnya.

PT SMM seperti diungkapkan Purba, berharap kemitraan dengan koperasi yang telah berjalan dapat diikuti koperasi lainnya. Apalagi, mempersiapkan sertifikasi RSPO memerlukan biaya tidak sedikit. Karenanya, kesempatan bermitra dengan PT SMM adalah kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Perusahaan mengeluarkan biaya, satu kali sertifikasi (RSPO) sekitar Rp. 450 juta. Yang diinginkan perusahaan sebenarnya dengan RSPO dan ISPO itu sudah diwajibkan bagi kebun inti, bagi kebun mitra juga suatu saat menjadi kewajiban,” ujar Purba.

“Makanya suatu kesempatan selagi perusahaan membiayai tinggal kebun mitra memberi support saja. Itu sebenarnya keuntungan bagi kebun mitra sendiri karena kita kelola dengan taat aturan terhadap lingkungan dan manusia,” imbuhnya.

Purba menambahkan, masih ada 4 koperasi dan 1 Bumdes yang dipersiapkan bermitra dengan PT SMM. Mitra tersebut diharapkan segera memiliki sertifikasi menyusul 3 koperasi yang lebih awal mendapat sertifikasi RSPO. “Ini baru tiga (koperasi), karena seperti yang kita ketahui, legalitas juga baru clear. Dua (koperasi) sudah tinggal menunggu, 3 lainnya menunggu kelengkapan data-data legalitas dari koperasi sendiri,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Sambar Jaya Makmur Nizar mengaku sangat berterima kasih atas dukungan PT SMM kepada mitra perkebunan. Ia menuturkan, awalnya mereka hanyalah kelompok tani yang mendirikan koperasi dan bermitra dengan perusahaan.

Namun Nizar tidak menduga, seluruh pembiayaan akan didukung sepenuhnya oleh perusahaan bahkan sampai memiliki sertifikasi RSPO. “Dalam artian, petani hanya tinggal duduk, cuma kalau masalah hasil (panen) langsung memang kami belum masanya. Karena ada terikat dengan perjanjian kerjasama. Didalam perjanjian, kalau sudah mempunyai nilai positif baru kebagian,” ujar Nizar.

Meski demikian, Nizar berterima kasih karena perkebunan sawit mereka sejak awal telah bersertifikasi untuk pasar internasional. “Kalau yang dibagikan tadi (premi), itu lain karena kami sudah berhasil memperoleh sertifikat RSPO. Seperti yang disampaikan, bukan gampang memperoleh itu. Lahan itu banyak syaratnya, ada disebut HCP, NPP dan lain-lain. Dengan bantuan perusahaan kami bisa memperoleh sertifikat itu,” tutup Nizar. (msi)