PT SNS Tak Pernah Salurkan Dana CSR?

by -

PANGKALPINANG – Anggota Komisi I DPRD Bangka Belitung (Babel) Deddi Wijaya, sangat terkejut mendengar keluhan warga Selindung dan Jungku. Pasalnya, perusahaan perkebunan sawit milik PT Swara Nusa Sentosa (SNS) diduga belum pernah merealisasikan program CSR.
Padahal secara aturan, kata Dedi, jelas perusahaan tersebut tidak melaksanakan Permentan 26 tahun 2007 dan mengabaikan undang-undang Perseroan Terbatas. Karena dalam undang-undang tesebut, seharusnya setiap Perusahaan Perseroan Terbatas wajib memberikan CSR.
“Perkebunan sawit PT SNS ini sudah ada sejak tahun 1997 sudah sangat lama sekali hampir 20 Tahun, nyatanya perkebunan sawit PT SNS seluas 1.200 hektare, seluruhnya hanya kebun inti dan sama sekali tidak ada plasma,” ujarnya.
Dengan adanya itu, ia menganggap wajar jika Desa Air Belo dan Desa Air Putih dari beberapa tahun lalu mengajukan tuntutan kompensasi perusahaan perkebunan sawit itu. Apalagi desa mereka, kata Deddi memang ada di sekitar lingkungan kebun PT SNS. “Wilayah desa mereka juga ada yang masuk dalam HGU PT SNS, seharusnya PT SNS peduli dan memberikan kontribusi untuk kedua desa tersebut,” tegasnya.
Politisi Golkar itu melanjutkan, seyogianya dipahami dan pihak perusahaan pastinya mengerti berdasarkan Permentan Nomor 26 Tahun 2007, bahwa sudah jelas pihak perusahaan perkebunan harus menyiapkan plasma untuk perkebunan rakyat minimal 20 persen dari keseluruhan luas hak guna usaha milik PT SNS.
“Kalau PT SNS sama sekali tidak mau perduli dengan CSR, saya akan mendesak instansi terkait di Bangka Barat cabut saja izin lokasi dan HGU nya, percuma diberikan kalau tidak ada kontribusi buat masyarakat,” tukasnya. (iam)