PT Timah Diminta Perhatikan Masyarakat

by -

TOBOALI – Penjabat Bupati Basel Huzarni Rani meminta PT Timah untuk setiap upaya kegiatan usaha penambangan harus melibatkan dan memperhatikan aspirasi masyarakat agar CSR dan royalty bagi hasil PNPB lebih ditingkatkan.
Hal tersebut disampaikanya pada konsultasi pemangku kepentingan rencana paca tambang PT Timah di Kabupaten Basel, di pendopo rumah dinas Bupati, Selasa (10/11). Hadir dalam konsultasi tersebut Kepala K3LH PT Timah Sadina Surya, Kepala Perencana Ops Produksi PT Timah Nur Andi Kuncoro, Prof Sri wilarso dari Konsultan, Kepala Distamben Basel Gatot Wibowo, para Kades dan Camat se- Basel.
“Ya intinya setiap kegiatan usaha pertambangan itu harus melibatkan dan memperhatikan aspirasi, kepentingan masyarakat agar CSR dan royati lebih ditingkatkan pelaksanaanya sebagai kontribusi atas kerusakan lingkungan yang ditinggalkan dan validasi data untuk ada upaya pemantauan,” ujarnya.
Sementara Kepala Distamben Basel, Gatot Wibowo menyampaikan saat ini sebanyak 16 IUP tersebar di Kabupaten Basel yakni tambang darat sebanyak 25.941.10 ha, tambang laut 14.357,97 ha dengan total luas 40.299.07 ha. Sedangkan wilayah IUP PT Timah pada kawasan hutan konservasi seluas 163,68 ha, hutan lindung 1.3.07 69 ha, hutan produksi 5.992,65 ha dan kawasan areal penggunaan lain (APL) seluas 25.403,20 ha berdasarkan persetujuan dokumen lingkungan hidup ada tanggal 31 Juli 2009.
“SK IUP tersebut diterbitkan sejak 12 juni 2015 dan ada 1 IUP sampai dengan 22 Mei 2026,” jelasnya.
Sementara itu Kepala K3LH PT TImah, Sadina Surya mengungkapkan tujuan pasca tambang tersebut adalah untuk memperkirakan, memperhatikan dan mengetahui perencanaan terhadap lahan bekas tambang setelah dilakukan penambangan. Sebagai komitmen pengusaha,perusahaan dalam memperbaiki kondisi lingkungan pada lahan bekas tambang sehingga berfungsi dan bermanfaatn sesuai peruntukanya.
“Jadi program pasca tambang akan dilakukan reklamasi jenis tanaman local sebelumnya dilakukan penataan latan,penimbunan kolong bekas galian. Adaapun jenis-jenis tanaman yang direklamasi adalah karet,s engon laut, akasia magium dan jarak pagar,” jelasnya.
Ia menambahkan, ada juga program PKBL dan CSR yaitu bantuan korban bencan alam, pendidikan atau pelatihan, peningkatan kesehatan, pengembangan prasarana umum,t empat ibadah dan lain-lainya. “Nantinya BUMD akan mengrekrut masyarakat desanya untuk melakukan reklamasi. Konsultasi rencana pasca tambang ini bukan berarti PT Timah tidak beroperasi lagi. PT Timah masih aktif melakukan pertambangan baik laut dan darat, dan kita akan melakukan kunjugan ketiap desa yang akan dilakukan reklamasi,” paparnya. (bim)