PT Timah Ingin DAS Lenggang Bebas dari Aktivitas Tambang Ilegal

by -

Dewan Minta Tindakan Tegas Wajib Dilakukan

belitongekspres.co.id, MANGGAR – PT Timah Tbk menyatakan kawasan Sungai Lenggang, Gantung, Kabupaten Beltim termasuk dalam IUP perusahaan plat merah tersebut. Namun, sebagai perusahaan BUMN, PT Timah tetap berkeinginan Sungai Lenggang bebas dari aktifitas penambangan ilegal.

Demikian disampaikan perwakilan PT Timah Riky, dalam rapat dengar pendapat (RDP) mengenai kondisi Air Tebat Rasau Lintang dan Aliran Sungai Lenggang, di DPRD Kabupaten Beltim, Senin (29/7).

“Terkait aktifitas tambang PT Timah selalu mengikuti prosedur, dan kami memastikan jika ada aktifitas pertambangan di sungai bahwa itu dipastikan adalah ilegal. Kami juga menginginkan Sungai Lenggang clear tidak ada aktifitas penambangan,” ungkap Riky.

Menurutnya, PT Timah bersedia untuk bersama-sama mencari penyelesaian masalah penambangan ilegal di Sungai Lenggang tersebut. “Karena dari sisi izin pun dari berapa kali kami mengajukan permohonan izin itu tidak bisa untuk menambang di Daerah Aliran Sungai. Kami dari PT Timah siap jika ada program win-win solution terhadap permasalahan ilegal mining di Sungai Lenggang,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur PDAM Beltim, M Zubair menyampaikan bahwa sungai Lenggang adalah sumber air baku terbaik yang ada di Kabupaten Belitung Timur, dengan kandungan PH hampir 7.

“Permasalahan PDAM itu tidak ada hubungannya dengan perkebunan sawit, tapi jelas permasalahannya adalah TI Rajuk, dan itu suara mesinnya pun terdengar dari PDAM,” ungkap Zubair saat diberi kesempatan bicara dalam RDP.

Dikatakan Zubair, normalnya PDAM mampu memproduksi 20 Liter/detik. Akan tetapi, karena kondisi air yang sangat keruh, maka kapasitas produksi hanya tersisa 10 Liter/detik.

“Itu pun harus dikurangi lagi menjadi 8 Liter/detik karena kondisi filter yang tidak memungkinkan. Walaupun sekarang kita mendapatkan bantuan dari PU Provinsi, namun kita masih tidak bisa berproduksi secara normal,” katanya.

Anggota DPRD Beltim Rohalba juga angkat bicara. Rohalba mengatakan jika TI Rajuk adalah ilegal dan tidak ada pembenaran maka dirinya meminta agar tidak ada lagi aktifitas ilegal di Sungai Lenggang ini.

Foto Istimewa

“Marilah kita rangkul para penambang ilegal ini, jika mereka tidak dapat mengikuti aturan yang ada, maka penindakan tegas wajib dilakukan,” tegas Rohalba agar aparat penegak hukum bertindak.

Selain itu, ia juga meminta PT Timah jangan menerima hasil tambang dari TI Rajuk Sungai Lenggang, lantaran dihasilkan secara ilegal. “Ini namanya penadahan dan melanggar aturan yang berlaku. Sebagai korporasi besar seharusnya PT Timah tidak membiarkan aktifitas TI rajuk ada di wilayah IUP PT Timah, karena ini bisa berarti PT Timah melakukan pembiaran. Apalagi sampai menadah hasil dari TI Rajuk tersebut,” tegsnya kembali. (msi)