banner 728x90

Puasa dan Lebaran Tahun Ini, BI Taksir Permintaan Uang Tunai Meningkat

Life at ease with amazing nature| Leebong island

Menghadapi bulan suci Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 2017, maka  lazimnya memang permintaan kebutuhan uang tunai di tengah masyarakat akan meningkat. Permintaan ini pun barang tentu akan lebih tinggi dari pada hari-hari sebelumnya.

Deputi Pewakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edhi Rahmanto Hidayat pun menyebut bahwa dalam rangka memenuhi permintaan kebutuhan uang tunai  tersebut, maka  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun sudah berkoordinasi dengan  pihak perbankan untuk membahas perkiraaan permintaan uang di bank selama  bulan puasa dan menjelang lebaran Idul Fitri.

Ia mencontohkan, misalnya seperti tahun 2016 lalu dalam rangka puasa dan lebaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung mengeluarkan sekitar 700 miliar. Demikian pun sebaliknya di tahun 2017 BI memperkirakan bahwa jumlah uang tunai yang akan di keluarkan nilainya tidak akan jauh berbeda dari tahun lalu. Namun ada kecenderungan jumlah permintaan uang tunai malah akan meningkat di tahun ini. Sebab pertimbangannya adalah di triwulan 1 tahun 2017 pertumbunan ekonomi  Babel  mencapai  4, 92 %  di triwulan IV tahun 2016 dan meningkat lagi sebesar 6,42 % di triwulan  1 tahun 2017.

“Makanya  dengan adanya peningkatan aktivitas ekonomi ini juga salah satunya adalah akan menimbulkan  adanya permintaan jumlah permintaan uang tunai  di tengah masyarakat guna membeli  kebutuhan mereka. Sedangkan menurut saya,  untuk aktivitas musim liburan sekolah ataupun tahun ajaran baru cenderung dia tidak terlalu meningkatkan permintaan kebutuhan uang,  Tapi  justeru  karena kebiasaan atau budaya yang berkembang selama ini di tengah masyarakat kita adalah kalau yang namanya puasa apalagi mau lebaran itu, kalau punya rezeki biasanya di bagi dalam bentuk  uang tunai, dan ini adalah salah satu faktor penyebab permintaan uang tunai itu meningkat,” sebut Edhie.

Edhie menilai bahwa  untuk aktivitas penukaran uang di perbankan sejauh ini memang belum terlalu terlihat dan masih normal-normal saja seperti biasa. Namun demikian Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung mulai 17 – 20 Mei 2017 telah melakukan gerakan Peduli Uang Koin dan Uang Lusuh di Tanjung Pandan Belitung.

Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas uang  layak edar di tengah masyarakat  sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat  termasuk di Belitung bahwa  uang  koin yang mereka miliki itu sebenarnya  adalah alat pembayaran yang syah. Makanya seyogaynya dan  seharusnya uang tersebut tidak hanya di simpan setelah diterima oleh masyarakat. Tapi harus di transaksikan kembali  di toko dan sebagainya. Dan dalam hal ini juga pengusaha ataupun pedagang  harus menerima alat pembayaran dengan uang koin tersebut dan  tidak boleh menolaknya, karena koin jelas adalah alat pembayaran yang syah sama seperti halnya uang rupiah kertas yang berlaku di NKRI.

“BI dari waktu ke waktu juga memang memantau bagaimana keluar masuknya uang ke Babel. Dan  yang selama ini kami masih melihat bahwa uang logam yang di keluarkan BI  Babel mungkin  hanya sedikit yang kembali  lagi ke BI. Dalam arti  bila uang koin tersebut kembali  maka BI pun  otomatis akan  membalikannya  lagi ke perbankan.  Berikutnya adalah jika memang  ternyata uang tersebut terus beredar di masyarakat, maka tentu ini adalah suatu hal yang baik, tapi ternyata  tidak demikian adanya,  karena justeru  perbankan dari waktu ke waktu juga menarik uang logam dari BI. Sedangkan seharusnya dengan melihat jumlah uang yang beredar khususnya  uang logam, maka sebetulnya cukup, tapi mengapa bank kemudian terus mengambil lagi dari BI. Hal ini salah satunya  penyebabnya adalah  karena masihb banyak masyarakat  kita yang menyimpan uang logam di rumahnya masing-masing. Oleh karena itu lah kami lakukan gerakan peduli koin dan  uang lusuh ini sekaligus dalam rangka mensosialisasikan uang NKRI serta ciri-ciri keaslian uang rupiah yang melibatkan para siswa sebagai pesertanya,” jelasnya lagi.(lya)

Tags:
author

Author: