Pukul Murid, Kepala SD Dipolisikan

by -

*Berakhir Damai

utama-edisi-09-januari-2017-2
KE, yang dibawa orang tuanya CI, saat melapor ke Polsek Taman Sari Pangkalpinang

PANGKALPINANG – Tindak kekerasan dalam bentuk kontak fisik (pukulan atau cubitan) pada proses belajar mengajar di tingkat SD menjadi pembelajaran bagi kita semua. Saling memahami dan menghargai antara orang tua dan guru harus dijunjung tinggi. Bila tidak, jalur hukum bisa saja ditempuh dalam menyelesaikan masalah tersebut. Seperti dugaan kasus pemukulan oleh Kepala Sekolah, SR terhadap siswa salah satu SD di Pangkalpinang, KE yang dibawa orang tuanya CI, melapor ke Polsek Taman Sari Pangkalpinang pada Hari Sabtu lalu (7/1).

Di hadapan Petugas SPKT Mapolsek Taman Sari, CI mengadu bahwa anaknya telah dipukul oleh kepala SD tempat anaknya belajar. Sambil menunjukkan beberapa bekas luka cubit di bagian perut dan dada serta bengkak di bagian wajah dan telapak tangan yang sudah hilang karena bekas pukulan, CI meminta adanya keadilan untuk anaknya tersebut. Yang ternyata perbuatan tersebut dilakukan sudah berulang kali.

“Awalnya saya tidak mau melapor. Ku pikir bakal berhenti di situ saja. Tapi, hari ini yang paling parah. Saya tidak bisa tinggal diam dengan perlakuan ini,” terang CI kepada petugas.

Sang anak pun ikut menerangkan bahwa dirinya diajarkan terpisah oleh Kepala SD tersebut. Dibawa ke dalam ruangan Kepala SD sendirian, dia diminta untuk menghafalkan perkalian. Karena tidak bisa, dia pun mendapat hukuman tersebut. “Saya minta anak saya disitu untuk diajarkan, kami sekolah juga bayar, tapi kenapa dilakukan kayak gini,” ujar CI.

Namun, CI sendiri mengakui bahwa dirinya pernah menitipkan pesan kepada pengajar di SD anaknya itu. Diketahui bahwa KE merupakan pindahan dari sekolah lain, CI pun meminta gurunya agar bisa mengajarkan anaknya dengan tegas. Bahkan, dia tidak mempermasalahkan anaknya dicubit sang guru. “Saya tidak masalah kalau cubit atau mukul. Tapi jangan sering-sering. Tapi sejak Hari Kami kemarin (5/1), dipukul tiap hari,” kata CI.

Polisi pun segera menindaklanjuti dengan memanggil terlapor hari itu juga. Informasi yang dihimpun harian ini, memang terjadi tindak kekerasan terhadap sang anak. Namun, persoalan sejauh mana kekerasan tersebut, nampaknya masih ditoleransi. Hal ini terlihat setelah terjadi mediasi yang difasilitasi oleh aparat Polsek Taman Sari untuk kedua belah pihak, yang hasilnya adalah berujung damai.

“Memang benar ada laporan terkait dugaan tindak kekerasan terhadap seorang murid SD di salah satu wilayah hukum kita. Laporannya kita terima dan kita tindaklanjuti dulu. Setelah kita minta keterangan dari kedua belah pihak, mereka memilih mediasi. Akhirnya, keduanya lebih memilih untuk berdamai. Jadi, kita juga tidak melanjutkan laporan tersebut untuk asas manfaat bersama,” ujar Kapolsek Taman Sari, Kompol Irwan kepada wartawan.(aka)