Puluhan Hektar Sawah Terserang Hama

by -

*Serangan Hama Disebabkan Anomali Iklim yang Serius

foto A

Petani danau Meranteh sedang menunjukkan tanaman padi yang terserang hama (foto dokumen Distanhut Beltim foto BE)

MANGGAR – Puluhan hektar tanaman padi di Danau Nujau dan danau Meranteh Kecamatan Gantung, terserang hama Neck blast dan Leaf blast. Dugaan sementara, serangan hama disebabkan anomali iklim yang serius yang mengakibatkan kondisi ideal pertumbuhan hama tersebut.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura pada Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Beltim, Warsinu menjelaskan, kedua jenis hama itu sama-sama menyerang padi dibagian batang dan daun tanaman.
“Kalau Neck blast tanaman padi tetap terlihat bagus, tapi membuat suplai makan terhambat di bagian leher tanaman yang membuat bulir-bulir padi kosong. Sedangkan, Leaf blast menyerang daun padi, tapi akibatnya sama,” jelas Warsinu kepada harian ini, Selasa (31/3) kemarin.

Menurutnya, Neck blast dan Leaf blast menyerang jenis tanaman rumput. Sulitnya antisipasi, kata Warsinu disebabkan perpindahan hama biasanya terjadi ketika kondisi tanaman rumput tidak ada sehingga hama menyerang tanaman sejenis.
Menyikapi kondisi tanaman yang terserang hama tersebut, pihak dinas telah melakukan upaya pengendalian, yakni melalui penyemprotan insektisida dan fungisida.
Namun, Warsinu mengakui, hama jenis Neck blast dan Leaf blast sulit dikendalikan sejak dini. Sebab, beberapa kasus menunjukkan serangan persis hama fuso. Meski demikian, Warsinu menjelaskan, tidak seluruh jenis tanaman padi mudah terserang.
“Yang paling mudah terserang itu jenis Inpari 10 dan IR 64. Tapi kalau jenis Ciherang relatif tahan. Selain itu, serangan hama ini bukan hanya di kita, tapi di daerah lain juga terjadi,” terangnya.
Selain itu, musim tanam Oktober hingga Maret biasanya cukup baik jika dibandingkan musim tanam April hingga September. “Pekan depan sudah ada yang mulai panen. Namun karena serangan hama, mungkin agak sedikit berkurang hasilnya,” pungkasnya. (feb)