PWI Pusat Puji Solidaritas Wartawan Babel

by -

* PWI Babel Gelar Aksi Solidaritas

WARTAWAN yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menuntut aparat kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap Amran Parulian Simanjuntak, wartawan di Kota Medan Sumatera Utara.

Selain itu, PWI Babel juga mengecam keras aksi premanisme yang masih saja terjadi di Indonesia, termasuk tindakan kekerasan terhadap insan pers.  “Ini merupakan luka mendalam bagi kami yang berprofesi sebagai insan pers, ini membuktikan bahwa pers di Indonesia sama sekali belum mendapatkan jaminan keselamatan dan kemerdekaan untuk menyuarakan kebenaran,” ujar Koordinator PWI Babel, Rudi Syahwani saat bersama puluhan wartawan menggelar aksi ‘Solidaritas korban penikaman wartawan di Medan’ di Depan Hotel Bumi Asih, Pangkalpinang, Kamis (30/3).

Menambahkan, Ketua PWI Pusat bidang Pendidikan, Marah Sakti Siregar yang juga ikut dalam aksi mengapresiasi solidaritas PWI Babel yang turut mengecam tindakan barbar, terlebih dilakukan terhadap wartawan.  “Itulah dilakukan wartawan apabila ada temannya disakiti. Kami dari PWI pusat memuji apa yang dilakukan PWI Babel yang secara spontan menyatakan sikapnya meminta aparat hukum bergerak cepat, apa yang terjadi di Medan ini kami harap tidak lagi terjadi dimana-mana,” ucapnya.

Pria akrab disapa Marah itu menegaskan, dalam melakukan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi UU Nomor 40/1999 tentang Pers.  “Melalui forum ini kami meminta Polri dan aparat hukum lainnya untuk segeea melakukan penindakan dan penangkapan, supaya mencegah dan memberikan pelajaran kepada aparat hukum lainnya agar tidak melakukan main hakim sendiri, karena wartawan kerja untuk kepentingan umum dan wartawan kerja dalam koridor hukum,” imbuhnya.

Menurut dia, apabila ada pihak yang tidak puas dengan pemberitaan wartawan, pihak tersebut bisa membawa keranah hukum asalkan melanggar kode etik wartawan.  “Apapun itu kesalahan dari media bisa diselesaikan secara hukum tentunya harus berpegang dengan koridor kode etik jurnalistik,” tukasnya.(fiz/tob)