Rakor Timpora Kecamatan Tanjungpandan untuk Sinergitas Pengawasan di Masa Pandemi

by -
Rakor Timpora Kecamatan Tanjungpandan untuk Sinergitas Pengawasan di Masa Pandemi
Foto bersama usai rapat Koordinasi Timpora Tingkat Kecamatan Tanjungpandan, bertempat di Hotel Lalucia Tanjungpandan, Kamis (17/9).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan melakukan rapat koordinasi (Rakor) Tim Pengawas Orang Asing (Timpora) Tingkat Kecamatan Tanjungpandan, bertempat di Hotel Lalucia Tanjungpandan, Kamis (17/9).

Dalam kesempatan itu, Imigrasi mengundang sekitar 30 orang, terdiri dari stakeholder terkait sampai kepala desa se Kecamatan Tanjungpandan dengan harapan koordinasi pengawasan orang asing di masa pandemi Covid-19 lebih terjalin dengan baik.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan, Dewanto Wisnu Raharjo mengatakan, rapat tersebut agar terjalin koordinasi yang baik untuk pengawasan orang asing se-Kecamatan Tanjungpandan pada masa Pandemi Covid-19 ini.

“Jadi harapan kami dengan adanya rapat Timpora ini, sinergitas antar instansi dan masukan dari tingkat bawah (desa) kita dapatkan. Dan alhamdulillah kita dapatkan informasi yang sangat positif untuk kinerja jajaran imigrasi khususnya, di Tanjungpandan, Belitung,” kata Dewanto Wisnu Raharjo kepada Belitong Ekspres.

Dikatakan Wisnu, untuk pengawasan yang mereka lakukan yakni tetap disamakan antara orang asing yang memegang kartu izin tinggal tetap (Kitap), kartu izin tinggal terbatas (Kitas) ataupun izin kunjungan.

“Kenapa kami mengajak seluruh kepala desa yang ada di Tanjungpandan ini untuk hadiri, bisa membantu, bisa berkoordinasi, bersinergi bagaimana menghadapai apabila ada orang asing di daerahnya. Mungkin pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin disampaikan, di sini lah (tempatnya) di Rapat Timpora ini,” jelasnya.

Dijelaskan juga, saat Pandemi Covid-19 ini jumlah kunjungan orang asing di Belitung sangat menurun, ditambah lagi penerbangan internasional sementara ini tutup.

Maka pihak imigrasi saat ini hanya mendata, mengawasi, memonitor orang-orang asing yang memang sudah ada di Belitung sebelum adanya kondisi Pandemi Covid-19.

Pada Pandemi Covid-19 ini, Kemenkum HAM melalui Ditjen Imigrasi memberikan kebijakan izin tinggal darurat bagi pemegang izin tinggal yang masa berlakunya habis. Perpanjangan izin itu berlaku secara otomatis sampai batas waktu 20 September 2020 mendatang.

“Jadi yang bersangkutan tidak perlu datang ke kantor tapi secara sistem sudah diberikan. Nanti setelah tanggal 20 September, silahkan ke kantor mengurus perpanjangannya,” kata Wisnu

Kata dia, periode September ini untuk Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap) ada 11 orang, Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) 27 orang, mereka tersebut kepentingannya bekerja ataupun ada yang penyatuhan keluarga.

Dijelaskan pula dari Wisnu, pemilihan wilayah Kecamatan Tanjungpandan untuk pemantauan orang asing ini karena hanya di wilayah Kecamat ini yang jumlah orang asingnya paling banyak, jika dibandingkan dengan kecamatan lain

Menurutnya dari pembahasan Rakor, muncul informasi adanya WNA pemegang Kitas yang menikah dengan warga negara Indonesia tinggal di Desa Air Merbau.

Oleh sebab itu, Imigrasi bisa menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan jika mendapati kejadian tersebut.

“Memang tidak ada perbedaan pengawasan baik pemegang Kitap, Kitas maupun izin kunjungan wisata, semuanya tetap kami awasi,” kata Dewanto. (dod)