Ramadan, TPID Sidak ke Pasar

*Pedagang Hanya Terima 5 Kg dari Distributor

kabar-pasar-edisi-29-mei-2017

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Pangkalpinang yang dipimpin Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian melakukan sidak ke Pasar Pagi meninjau ketersediaan dan memantau harga beberapa komoditi. foto : aditya/rb

PANGKALPINANG – Memasuki awal bulan suci ramadhan biasanya banyak harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga. Untuk itu Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pangkalpinang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak), Jumat (26/5) kemarin.

iklan swissbell

Kegiatan pemantauan dan sidak ini dipimpin langsung Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian, bersama Sekda Kota Pangkalpinang, Ratmida Dawam, Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Babel, Bayu Martanto, Kepala Bagian Komersil Pelindo, M Rozi, Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan, Fitriyansyah, Ketua Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, Achmad Subari, serta sejumlah kepala OPD Pemkot Pangkalpinang.

Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian mengatakan, kegiatan pemantauan atau sidak ini sengaja dilakukan oleh pihaknya untuk melihat secara rill karena biasanya memasuki bulan ramadhan harga-harga akan mengalami kenaikan.

“Dari hasil tinjauan kita tadi memang ada beberapa kendala yang terlihat yaitu kenaikan harga bawang putih dan ini memang terjadi secara nasional bukan hanya di kita saja, untuk mengatasinya kita akan mengecek apa saja yang menjadi permasalahan sampai terjadinya kenaikan harga bawang putih ini,” ujarnya.

Tapi menurut informasi dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Pangkalpinang lanjutnya, memang akan datang stok bawang putih dari agen distributor, mudah-mudahan dengan kedatangan stok baru ini akan memenuhi kebutuhan di masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Belitung Lakukan Operasi Pasar Bawang Putih

“Kita juga sempat ke pelabuhan untuk melihat pendistribusian bahan pokok dan menurut informasi dari Pelindo untuk pendistribusian sembako tidak ada hambatan, malahan setiap hari bahan sembako selalu masuk ke Kota Pangkalpinang. Jadi Insya Allah stok kita pasti mencukupi. Perbandingannya kalau muatan kapal yang datang 1000 ton, yang 200 ton nya pasti isinya sembako,” ucapnya.

Sementara Kepala perwakilan BI Babel, Bayu Martanto menjelaskan, untuk kelangkaan bawang putih memang terjadi secara nasional bukan hanya di Kota Pangkalpinang, kelangkaan ini terjadi karena minimnya pasokan dari distributor ke daerah-daerah.

“Menurut informasi kelangkaan ini karena adanya faktor cuaca, jadi pengiriman pemasokan mengalami hambatan. Kita akan bersinergi dengan seluruh pihak terkait untuk mengatasi permasalahan kelangkaan bawang putih ini,” sebutnya.

Sementara Kepala Bulog, Yongku Ibrahim menambahkan, untuk stok beras sendiri di Bulog ada 2400 ton, sedangkan untuk gula ada sebanyak 700 ton, jadi pihaknya memastikan untuk stok kebutuhan pokok untuk Kota Pangkalpinang akan cukup untuk empat bulan kedepan.

“Stok aman untuk empat bulan kedepan, melihat hasil sidak ini juga menyakini akan jumlah stok yang ada akan memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Pangkalpinang,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam menambahkan, Sidak kali ini dilaksanakan dalam rangka untuk memantau terjadi atau tidaknya lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar pasar yang di kota pangkalpinang. “Selain memantau harga kebutuhan pokok menjelang ramadhan, hari ini kami juga melakukan pengecekan ketersedian stcok pangan yang ada saat ini,” katanya.

Baca Juga:  Omset Penjual Kue Menjelang Lebaran Meningkat

Kemudian dirnya berharap ramadan kali ini tidak ada kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, kalaupun ada kenaikan mudah mudahan tidak terjadi begitu signifikan. “Selain itu saya berharap masyarakat tidak terlalu berlebihan dalam menghadapi ramadhan ini, belilah kebutuhan secukupnya jangan terlalu berlebihan,” pungkasnya.

Kelangkaan bawang putih juga dikeluhkan pedagang. Mereka menyebutkan pasokan bawang putih sering kosong sehingga sulit memenuhi permintaan masyarakat. “Kita kesulitan untuk mendapatkan bawang putih karena stok terbatas dan kualitasnya kurang bagus,” kata salah satu pedagang di Pasar Pagi Pangkalpinang, Ujang, Minggu (28/5) kemarin.

Ia menyebutkan, biasanya pedagang bisa mendapatkan sekitar 20 kilogram bawang putih per hari dari distributor namun sekarang hanya 5 kilogram saja bahkan terkadang tidak ada sama sekali. “Keterbatasan stok membuat pedagang tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan seperti pedagang mie ayam, bakso dan rumah makan,” katanya.

Ia mengatakan, sejak pasok bawang putih terbatas, omset jualannya menurun hingga 20 persen. “Biasanya hasil jualan sekitar Rp1,5 juta namun sejak bawang putih mahal dan stok berkurang omset menurun yakni sekitar Rp1,2 juta,” jelas dia.

Menurut dia, harga bawang putih akan stabil jika stok berlimpah sehingga pemerintah harus sigap untuk mendatangkan bawang putih dari daerah sentra. “Kita harapkan pemerintah bisa mengatasi ketersediaan bawang putih di Babel agar harga bisa stabil lagi seperti semula,” terangnya.

Ia menyebutkan keterbatasan stok menjadi pemicu mahalnya bawang putih yang kini mencapai Rp55.000 dari harga normal Rp25.000.(tya/ant/rb)

Rate this article!
Tags:
author

Author: