Rambah HP, 7 Warga Diamankan

by -

 *Diancam Hukuman 5 Tahun, Denda Rp 1 Miliar

foto B-barang bukti katu olahan

Anggota Polres Beltim, menunjukan barang bukti berupa mobil truk dengan nomor polisi BN 4956 B, yang berisikan papan kayu meranti sebanyak 135 keping, Senin (30/3) pagi.

MANGGAR – Jajaran Polres Belitung Timur (Beltim) mengamankan tujuh orang warga yang diduga melakukan perambahan hutan (Illegal logging), di kawasan Hutan Produksi (HP) Lebung Kepiting Desa Jangkar Asam Kecamatan Gantung, Kamis (26/3) pekan lalu.

Ke Tujuh warga tersebut adalah EC (Operator), SP (Operator), YN (Operator), SUP (supir), RK (Kernet), MT (kernet), dan AH (kernet), yang merupakan warga luar daerah Pulau Belitung.
Kapolres Beltim, AKBP Nugrah Trihadi SIK, melalui Kasubbag Humas Polres Beltim, AKP Wagiono, membenarkan adanya penangkapan warga yang diduga melakukan Ilegal loging di kawasan Jangkar Asam Gantung tersebut.

AKP Wagiono mengatakan pada Kamis (26/3) lalu, sekira pukul 12.00 WIB anggota Polres Beltim mendapatkan Informasi dari masyarakat adanya Pembalakan Kayu Illegal Logging. Kemudian Anggota Reskrim Polres Beltim mengecek kebenaran Informasi itu.

“Ternyata benar, pada saat anggota Reskrim Polres mendatangi tempat yang dimaksud. Anggota menemukan sebuah Mobil Truk warna Kuning dengan Nomor Polisi BN 4956 B berisikan kayu olahan berbentuk papan sebanyak 135 keping kayu papan Meranti di Lokasi Lembung Kepiting Desa Jangkar Asam Kecamatan Gantung,” terang AKP Wagiono kepada Belitong Ekspres, Seni (30/3) kemarin.

Selain itu, Kata Wagiono, anggota juga mendapati enam orang pekerja yang sedang beristirahat berada di Pondok di sekitar lokasi. “Meraka didapati sedang makan siang, saat Anggota menanyakan dokumen perijinan yang dimiliki, mereka pun tidak dapat menunjukan bukti dokumen tersebut,”terangnya.

Karena tidak bisa menunjukan dokumen izin, enam pekerja itu kemudian diamankan dan kini mendekam sel di tahanan Mapolres Beltim.

“Mereka akan dijerat dengan pasal 82 Undang-Undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, junto pasal 55 KUHP. Ancaman kurungan minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun serta denda uang hingga Rp.1 Milir,” tegas Wagiono.

Sebagai barang bukti kini Polres Beltim menahan tujuh tersangka pelaku dan tiga unit mesin chainsaw, barang bukti kayu (papan), serta sebuah Mobil truck, untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. (feb)