Rangkaian HUT ke-48 PDI Perjuangan, Pantai Tanjungpendam Ditanam 48 Bibit Kelapa

by -
Rangkaian HUT ke-48 PDI Perjuangan, Pantai Tanjungpendam Ditanam 48 Bibit Kelapa
DPC PDI Perjuangan Belitung melakukan penanaman bibit pohon kelapa di pesisir Pantai Wisata Tanjungpendam, Minggu (24/1) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belitung melakukan penanaman bibit pohon kelapa di pesisir Pantai Wisata Tanjungpendam, Minggu (24/1) kemarin. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian HUT ke-48 PDI Perjuangan.

“Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan bakti sosial di Pantai Tanjung Tinggi kemarin. Nah, ini untuk penanaman pohonnya,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belitung, Taufik Mardin kepada Belitong Ekspres.

Menurut Taufik Mardin, ada 48 bibit pohon kelapa yang ditanam. Itu merupakan kesepakatan pengurus, karena berkenaan dengan usia partai itu sendiri. Ditambah lagi, lokasi pantai Tanjungpendam, hanya sedikit sekali pohon kelapa, sehingga ini bisa memberikan warna baru sebagai penyejuk mata pengunjung. “Khusus simbolisnya ada 48 buah, nanti mungkin ada penanaman lainnya,” terangnya.

Dikatakan Taufik, bukan hanya menanam, namun mereka juga akan bekerjasama dengan pengelola Pantai Wisata Tanjungpendam dalam hal merawat bibit tersebut. “Bibit ini kami beli, jadi kami tidak mau program partai hanya seremonial saja, tapi yang kita lakukan bisa bermanfaat untuk pantai pariwisata kita ini,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Banteng Muda Provinsi Bangka Belitung Isyak Meirobie mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud satu visi, satu arah dengan yang sudah dilakukan oleh ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. Yakni semuanya harus konsisten menjaga kelestarian alam yang asli dan asri.

“Prediksi ke depan bahwa dunia ini akan semakin tidak ramah dengan lingkungan. Oleh karena itu, PDI Perjuangan di bawah Ibu Ketua Umum mengharuskan, mengajak kita supaya terpanggil untuk semakin mencintai lingkungan dengan menanam pohon,” kata Isyak.

Dia mengemukakan, penanaman bibit 48 buah ini sebagai simbol. Selanjutnya akan diteruskan dengan ribuan batang pohon-pohon yang berbeda sesuai dengan kebutuhan daerah. “Misalnya di daerah bakau akan ditanam bibit bakau, di daerah subur akan kita tanam talas, buter untuk ketahanan pangan, pohon kopi,” tukasnya.

Dengan demikian, kegiatan ini bukan hanya mempercantik bibir pantai, namun meningkatkan dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat. “Simbolisasi hari ini bukan hanya sekadar formalitas. Tetapi juga sebuah gerakan untuk melawan keterpurukan karena pandemi, sekaligus membaca masa depan, pasca pandemi harus seperti apa,” tandas Isyak. (dod/adv)