Rapat Soal Lahan Panas

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Palmindo Dinilai Tak Tepati Janji

TANJUNGPANDAN-Wakil Ketua Komisi II DPRD Belitung Johanes Hanibal Palit terlihat sempat “naik darah” di hadapan sejumlah perwakilan PT Palmindo Biliton Berjaya (PBB) saat pertemuan di Gedung Dewan Rabu (8/4) lalu.  Pertemuan yang dihadiri warga masyarakat, anggota legislatif dan eksekutif Belitung ini, meminta klarifikasi kepada PT PBB atas status lahan yang kini sedang digarap di Desa Bantan Dusun Air Malik. Kabarnya, status lahan itu masih terdapat lahan milik sebagian warga yang belum dibebaskan alias diganti rugi oleh pihak investor PT PBB.
Politikus Partai Golkar ini, meminta secara tegas agar PT Palmindo segera menyelesaikan hak-haknya kepada masyarakat di Desa Bantan Dusun Air Malik yang belum beres. “Jangan hanya berinvestasi, sementara masyarakat dirugikan,” ucpanya dengan nada tinggi sambil menggebrak meja.
Johan menyatakan, dirinya dan kawan-kawan anggota DPRD Belitung lainnya dipercaya oleh masyarakat untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. “Wajar, jika kami marah ketika ada ketidakberesan seperti ini. Sebab, kami digaji oleh masyarakat,” katanya.
Wahyu Affandi senada dengan Johan juga angkat bicara. Wahyu mengatakan, dirinya adalah merupakan perwakilan legislatif dari Dapil Membalong dan juga merupakan asli putra Kecamatan Membalong.
“Tolong, jika memang kalian (PT Palmindo,red) tidak sanggup menyelesaikan tanggungjawab kalian dengan masyarakat kami. Sebaiknya, kalian segera pindah,” pintanya dengan nada tinggi yang ditujukan kepada sejumlah perwakilan PT PBB.
Sementara itu, salah satu masyarakat desa Bantan Dusun Aik Malik Syarifuddin yang juga pemilik lahan meminta agar PT Palmindo dapat mengganti rugi tanah miliknya tersebut. “Tolong, agar hal ini perlu dipikirkan secara serius soal lahan,” pinta Syarif dengan tegas sambil menunjukkan SKT tanahnya tahun 2008 dan PPH-nya yang masih lengkap beserta dokumen asli lainnya.
Syarif mengaku, sangat kesal dengan perlakuan dan janji-janji manis dari PT Palmindo. Pasalnya, dulu ia pernah mengajukan permintaan ganti rugi tanah miliknya, namun hanya di janji-janjikan semata. “Saat saya menghubungi Pak Syawal, dia selalu bilang, gak punya hak lagi soal itu. Alasannya, dia sudah tidak aktif bekerja di Palmindo,” tutup Syarif.
Warga lainnya, Wandi Suwarna menuturkan bahwa diatas lahan yang dikelola oleh PT Palmindo, masih banyak lahan milik warga sekitar yang belum di ganti rugi. “Jadi, lahan yang luasnya sekitar 10 hektar milik Pak Syarifuddin di lokasi sawit itu, masih banyak yang belum diganti rugi sampai sekarang,” sebutnya.
Wandi mengatakan, apapun alasannya, masyarakat minta agar status lahan yang digarap oleh PT Palmindo saat ini harus segera dikembalikan dalam keadaan seperti semula. “Sebab, itu merupakan tanah negara bebas dan telah menjadi milik masyarakat sekitar,” ujarnya.
Wandi menyebut, saat ini PT Palmindo masih memiliki banyak tanggungjawab yang belum diselesaikan kepada masyarakat.  “Padahal, sudah ada kesepakatan awal saat berinvestasi di desa kami. Contohnya seperti uang kompensasi dan uang untuk kegiatan kepemudaan,” bebernya.(mg2)

Baca Juga:  RSUD Siap Tampung Caleg yang Depresi Pasca Pemilu

Rate this article!
Rapat Soal Lahan Panas,5 / 5 ( 1votes )
Tags:
author

Author: