Rawan Pekat, Pelajar Diberikan Sosialisasi

by -

*Agar Terhindar Dari Narkotika, Seks Bebas dan Perjudian dan Miras

MANGGAR – Pemerintah Daerah kabupaten Belitung Timur (Beltim), melalui, Satpol PP, Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol), Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggar, mensosialisasi bahaya Penyakit Masyarakat (Pekat). Sosialisasi ┬áini diberikan kepada kurang lebih 50 orang siswa/siswi di SMPN4 Kecamatan Gantung, Selasa (5/4) kemarin.

“Sebagai generasi muda tentu saja mereka sangat rawan terkena Pekat, baik Narkotika, pergaulan bebas, perzinahan, homoseksual, perjudian dan minuman keras,” ungkap Kasatpol PP Beltim, Sudiono, usai melakukan sosialisasi, Selasa (5/4) kemarin.

Karena sebagai remaja lanjutnya, mereka masih labil sementara hal-hal negatif seperti kegiatan Pekat begitu terbuka lebar saat ini. Salah satu benteng penting untuk menangkal mereka terjerumus kedalam Pekat, yakni membangun kesadaran dari mereka sendiri untuk tidak masuk dalam kegiatan-kegiatan yang merusak tersebut.

“Salah satu upaya yang, kita lakukan dengan mengingatkan mereka terhadap bahaya Pekat jika mereka ingin mencoba-coba melalui sosialisasi seperti ini. Dan dengan tujuannya juga guna terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Beltim,” ujar Sodik sapaan akrab Sudiono.

Untuk memberikan pemahaman kepada mereka lanjutnya, tim yang tergabung dalam sosialisasi pekat ini, menghadirkan nara sumber masing-masing Yusmawandi (Kakan Kesbangpol) Beltim, Amardi P Barus, (Kasi Pidum) Kejari Manggar, Agus Handoko (Kabag Sumda Polres Beltim). Mereka memaparkan materi sesuai dengan kapasitas masing-masing dalam bidang penanggulangan bahaya Pekat terhadap masyarakat terutama generasi muda.

 

“Dari aspek hukum misalnya mereka diberikan pemahaman, bahwa terlibat Pekat selain merusak diri sendiri dan keluarga juga dapat berurusan dengan hokum. Dengan demikian mereka sejak awal sudah memahami jika terlibat Pekat dipastikan hukum akan bertindak,” sebutnya.

Menurut Sodik, sosialisasi bahaya Pekat ini dengan sasaran semua siswa di 7 Kecamatan. Namun untuk lebih efektif, tim akan melakukan kegiatan sebanyak 12 kali kegiatan diseluruh kecamatan di Beltim. (feb)