Rawan Persoalan, Pemilu Serentak 2024 Perlu Dipertimbangkan

by -
Rawan Persoalan, Pemilu Serentak 2024 Perlu Dipertimbangkan
Anggota DPRD Beltim Drs. Jafri

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Tokoh politik senior di Kabupaten Beltim Drs Jafri menyatakan rencana pemerintah untuk melaksanakan rangkaian pemilu serentak pada tahun 2024 mendatang, perlu dipertimbangan dengan matang. Menurutnya, pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Pemilu Kepala Daerah secara serentak rawan terjadi persoalan.

Pasalnya, jika terjadi suatu persoalan terhadap pelaksanaan pemilu serentak tersebut, maka akan mengglobal ke seluruh daerah di Indonesia. Selain itu, bercermin pada Pemilu 2019 lalu sangat banyak persoalan yang akan dihadapi. Bahkan menelan korban jiwa akibat kelelahan.

“Kemarin saja, yang sudah kita tahu banyak yang kelelahan dari penyelenggara, termasuk kawan-kawan KPPS di TPS. Penyelenggaraan pemilu bukan tidak mungkin waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan itu cukup lama, ya ini udah menguras tenaga, pikiran dan lain-lain,” kata Jafri kepada Belitong Ekspres, Senin (4/1).

Maka dari itu, kata Anggota DPRD Beltim 4 periode itu pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 perlu dipertimbangkan. Yaitu dengan mempertimbangkan dari berbagai faktor, terutama dari segi pelaksanaan.

“Intinya sangat beresiko pada tingkat kelelahan dan keamanan, kerawanan dari segi konflik dan lain sebagainya. Iya memang kita bagus Pemilu Serentak, serentak dan cepat selesai, tidak memerlukan waktu yang lama, pada tahun yang sama bisa dilaksanakannya. Tapi perlu dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Lebih lanjut Ketua Komisi 3 DPRD Beltim itu mengatakan, permasalahan pemilu sangat kompleks. Pertama harus menyiapkan segala sesuatunya dengan matang, diharapkan 1 tahun sudah siap. Kemudian, terkait pihak penyelenggara dalam hal ini KPU, termasuk Bawaslu serta pihak keamanan lainnya perlu disiapkan dengan baik.

“Mungkin nanti akan terjadi pekerjaan yang begitu tinggi meningkat, karena kesiapan dan lain sebagainya berkaitan dengan Pilkada ataupun Pemilu Serentak, kita itu harus juga mempertimbangkan faktor keamanan. Kalau terjadi konflik, maka itu akan terdesentralisasi keseluruh wilayah yang melaksanakan pemilu di seluruh daerah,” tandasnya. (dny)