Realisasi Pajak di Samsat Belitung Hingga Juni Capai Rp 27,3 Miliar

by -
Realisasi Pajak di Samsat Belitung Hingga Juni Capai Rp 27,3 Miliar
Kepala UPT Bakuda Babel Wilayah Belitung, kata Alexander Ikhsan.

Optimis Target Pajak 2020 Tercapai

belitongkspres.co.id, TANJUNGPANDAN – UPT Badan Keungan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Bakuda Babel) Wilayah Kabupaten Belitung, mencatatkan penerimaan pajak sebesar Rp 27,3 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2020.

“Sedangkan target perubahan penerimaan pajak tahun 2020 sebesar Rp 54,6 miliar. Artinya kami sudah mencapai di penerimaannya 50,03 persen,” kata Alexander Ikhsan kepada Belitong Ekspres, Selasa (28/7) kemarin.

Adapun beberapa jenis penerimaan pajak di Samsat Belitung yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), denda PKB, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN KB), Denda BBN KB dan Pajak Air Permukaan (PAP). Alexander optimis hingga akhir tahun 2020 nanti, target penerimaan pajak tersebut akan tercapai.

“Insyaallah, karena dengan kebersamaaan kita di jajaran pemerintah Belitung, tentunya dengan banyaknya hasil pajak yang didapatkan, maka akan besar pula yang diserahkan ke daerah melalui bagi hasil,” terangnya.

Kemudian pria yang karib disapa Alex ini menyebutkan, pihaknya akan segera mengaktifkan layanan samsat keliling (Samling) dan Setempoh di bulan Agustus mendatang. “Sabtu ini kita akan mulai setempoh di Pasar Ikan Tanjungpandan, bulan agustus ada 15 kali layanan,” terangnya.

Menurut Alex, berdasarkan pengalamannya, masih banyak masyarakat yang menunggu untuk membayarkan pajaknya. Apalagi lokasi mereka cukup jauh dari kantor Samsat. “Kita jemput bola, biasanya untuk daerah Membalong, Badau mereka bayar di Setempoh,” terangnya.

Dia menambahkan, dalam pelaksanaan layanan Samling dan Setempoh pihaknya tetap menerapkan SOP Protokol Kesehatan, karena masih pandemi Covid-19 berlangsung. “Masyarakat harus gunakan masker, jaga jarak antara petugas dengan wajib pajak, dan kami menyediakan tempat cuci tangan, dan akan kami layanani,” terangnya.

Selanjutnya kata Alex, selain untuk memenuhi target penerimaan pajak, pemberlakuan kembali Samling dan Setempoh merupakan pelayanan maksimal kepada masyarakat. “Kami jemput bola, itu hanya untuk bayar pajak tahunan, tapi prosesnya cepat, langsung jadi,” tukasnya. (dod)