Rektor : Amri Cahyadi Tak Berdosa

by -

*UBB Klarifikasi Tudingan Mahasiswa Pasca Demo

foto A

Klarifikasi yang disampaikan dalam pertemuan rektor bersama Amri Cahyadi di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Selasa (10/3) kemarin

PANGKALPINANG – Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Prof Bustami Rahman akhirnya angkat bicara menyikapi gerakan moral atau mahasiswa di DPRD Babel hingga berujung penyegelan ruang kerja pimpinan, Amri Cahyadi. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam pertemuan rektor bersama Amri Cahyadi di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Selasa (10/3) kemarin.
Pertemuan berlangsung satu jam setengah itu dihadiri juga ketua dan anggota Komisi IV DPRD Babel, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) dan puluhan masyarakat Desa Balun Ijuk selaku konstituen Amri Cahyadi. Berbagai pernyataan sikap dilontarkan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berikut pernyataan satu per satu anggota Komisi IV DPRD Babel yang menyayangkan tuduhan mahasiswa saat demo.
Dalam kesempatan itu, rektor menyampaikan permintaan maaf kepada yang bersangkutan dan juga kepada Komisi IV DPRD Babel. Amri Cahyadi tidak berdosa, kata Bustami, seraya berharap pihak yang dirugikan memaklumi pandangan mahasiswa yang merasa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) nya dilecehkan. “Amri tidak berdosa. Benar tidak ada kata-kata melecehkan yang ditujukan kepada UBB di saat pertemuan sebelumnya (Senin, 23/2),” kata Bustami.
Hanya saja, Bustami menyayangkan gerakan mahasiswa saat berdemo hilang kendali hingga menyudutkan individu seseorang. “Siapapun tahu jika gerakan mahasiswa lebih dari 30 orang susah untuk dikendalikan. Tapi pihak kita berupaya memberi rambu-rambu kepada mahasiswa agar menyampaikan aspirasi secara baik dan beretika. UBB sendiri saya tekankan untuk menyelesaikan masalah dengan unjuk pikir, bukan unjuk rasa. Tapi namanya juga mahasiswa, kondisi di lapangan membuat arah tujuan berubah. Ini yang tidak wajar sehingga melenceng ke personal (Amri Cahyadi),” jelasnya.
Untuk itu, dia berharap, melalui klarifikasi ini tak ada lagi permasalahan. “Mudah-mudahan permasalahan ini clear. Ke depan, kita juga akan mengundang para anggota Komisi IV DPRD Babel berikut Amri Cahyadi untuk berkunjung ke kampus UBB dalam memberikan pengarahan kepada seluruh mahasiswa,” harapnya.
Sementara Amri mengungkapkan, kesimpangsiuran demo mahasiswa UBB ke DPRD hingga menyegel ruang kerjanya tidak boleh berlarut-larut, dan harus segera dijernihkan. Dirinya dan Komisi IV DPRD Babel merasa dirugikan atas tuduhan tak berasalan mahasiswa tersebut. “Menindaklanjuti demo mahasiswa beberapa hari yang lalu, selaku pimpinan dewan kami menyikapi sah-sah saja. Namun kami punya hak untuk mengklarifikasi hal-hal yang dituduhkan mahasiswa kami melecehkan UBB. Kami heran dimana letak melecehkan UBB itu, menyangkut pertemuan kerja sebelumnya dengan UBB kami hanya menanyakan akreditasi dan audit BPK. Tetapi saat itu, tanpa diminta pak rektor menyampaikan keluhannya karena pemberitaan. Kami khawatir demo mahasiswa karena informasi yang tidak akurat atau diputarbalikan untuk hal-hal tertentu. Tetapi kami selaku orang politik selalu berpikiran positif,” tegasnya.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga menyampaikan, pihaknya merasa dirugikan atas tindakan mahasiswa. Selain menyangkut diri pribadi, kata Amri, ada nama partai juga dibawa mahasiswa. “Jelas saya merasa dirugikan, saya kontak juga ke komisi IV mereka juga merasa dirugikan. Makanya harus segera diklarifikasi karena ini menyangkut nama baik kami dan juga partai,” tukasnya.
Terpisah anggota Komisi IV DPRD Babel, M Tanwien mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut berpapasan di saat Komisi IV melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah. “Disini kami memperjuangkan UBB untuk meningkatkan kualitas menjadi lebih baik, tapi disaat yang sama kami dituduh melecehkan. Jelas kami kecewa dan menyayang sikap mahasiswa,” sebutnya.(iam)