Rencana Jalan di Selat Nasik Dialihkan?

by -

*Katanya Masuk Dalam Hutan Lindung Pantai, Anggaran Rp 4,5 M

TANJUNGPANDAN- Rencana pembangunan Jalan Tanjung Nyato Desa Petaling Kecamatan Selat Nasik yang sudah dianggarkan dalam APBD Provinsi Rp4,5 miliar, kabarnya akan dialihkan untuk pembangunan di tempat lain.  Ketua DPD KNPI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Burhan mengatakan, pembangunan Jalan Tanjung Nyato di Desa Petaling sepanjang 2,3 kilometer rencananya akan dialihkan ketempat lain oleh dinas tekhnis terkait, karena masuk dalam kawasan hutan lindung pantai (HLP).
“Budgetnya sudah turun Rp 4,5 miliar Katanya terhambat karena masuk dalam kawasan hutan,” papar juru bicara yang mewakili Kecamatan Selat Nasik itu, di tengah-tengah jalannya audiensi Kamis (19/3) kemarin, di Ruang rapat DPRD Belitung.
Burhan mengatakan, sesuai hasil koordinasi antara pihak masyarakat dengan Bupati Belitung, anggaran tersebut sudah turun. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Belitung juga sudah menyuratkan dinas Pertanian dan Kehutanan Belitung.  “Lantas, Dinas Kehutanan justru mengatakan belum pernah menerima surat dari Dinas PU. Sebenarnya ini ada apa?,” tanya Burhan.

Mantan Caleg DPRD ini mempertanyakan, lokasi pembangunan jalan yang terkendala dengan masalah RTRW (rencana tata ruang wilayah) dan masuk dalam kawasan hutan lindung. “Mengapa masih bisa dianggarkan untuk pembangunan. Padahal, itu tidak boleh ditawar-tawar dengan dalil apapun,” tegasnya.

Burhan menyatakan, perlakukan kesetaraan Selat Nasik sebagai anak kandung Belitung harus benar-benar diperhatikan. “Kita bukan memicu emosional masyarakat untuk itu. Tidak. Tapi, kita hanya antisipasi saja. Selama ini, pihak eksekutif hanya bisa bicara mimpi-mimpi kosong,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya datang ke gedung dewan bersama puluhan masyarakat dan tiga orang Kepala Desa dari Desa Petaling, Selat Nasik dan Desa Bual Mendanau.  “Tujuannya, ingin mencari solusi dan minta kepastian soal pembangunan Jalan di Tanjung Nyato. Sebab, kami mendapatkan informasi bahwa bulan Maret 2015 proses tendernya sudah berjalan,”ujarnya di hadapan perwakilan pihak pemerintah eksekutif Belitung dan pimpinan dan anggota DPRD Belitung yang hadir dalam audiensi itu.

Sekertaris Dinas PU Kabupaten Belitung Ruspandi mengatakan, pembangunan jalan seluas 2,3 kilo meter di Selat Nasik itu, akan dialihkan serta dibangun untuk tahun depan sesuai yang sudah diprogramkan.
“Kalau anggrannya tetap tidak dipindahkan. Tetapi, lokasinya mungkin yang beda,”singkatnya.

Asisten II Pemerintah Kabupaten Belitung Hariyadi Jasagung menyatakan, segala hal yang sudah ada aturan hukumnya tidak bisa dipaksakan. “Jadi, mari kita sama-sama mengawal APBD tahun 2016. Bahwa dalam hal yang berkaitan dengan penganggaran ada proses auditnya,” ucapnya.

Soal kawasan hutan, kata Jasagung, Dinas terkait harus segera menyelesaikannya. Mana langkah yang paling tercepat.  “Saya akan sampaikan kepada pak Sekda dan pak Bupati. Dan kami akan segera melakukan pertemuan untuk mengatasi solusinya,” kuncinya.(mg2)