Rencana Reklamasi Pantai Tanjungpendam, Bentuk Jalan Lingkar Seperti Ikan Ketarap

by -
Rencana Reklamasi Pantai Tanjungpendam, Bentuk Jalan Lingkar Seperti Ikan Ketarap
Suasana kawasan Pantai Wisata Tanjungpendam. 

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung berencana melakukan reklamasi di Pantai Wisata Tanjungpendam. Hal tersebut dikatakan Bupati Belitung H. Sahani Saleh setelah meninjau lokasi Pantai Tanjungpendam, Selasa (21/10).

“Kalau reklamasi itu tambahan ke depan 150 meter, dan ke arah samping sekitar 1,5 kilometer,” kata Bupati Belitung yang akrab disapa Sanem kepada Belitong Ekspres, Rabu (21/10) kemarin.

Kata Sanem, ada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan RTRW Kabupaten Belitung, reklamasi Tanjungpendam hingga Jeramba Kubu Air Saga. Akan tetapi saat ini dengan pertimbangan beberapa hal, sehingga memprioritaskan Pantai Tanjungpendam terlebih dahulu, karena DED-nya sudah ada sejak lama.

“Kita lihat Pantai Tanjungpendam sudah sempit, memang lahan itu stagnan untuk dikembangkan, padahal itu semestinya harus berkembang,” sebut Sanem.

Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkab Belitung sudah ada rencana kerjasama dengan PT Pelindo II Tanjungpandan. IPC atau Pelindo II Cabang Tanjungpandan berencana melakukan pengerukan alur, sekitar lebar 40 meter dan panjang 7 kilometer.

Pasalnya, sedimen setiap tahun mencapai sekitar 20 centimeter. “Nah, sekarang sudah sekian tahun tidak pernah dikeruk, kedalaman sedimen sekitar 2,80 meter, nah bayangkan dangkalnya,” jelasnya.

Oleh karenanya, kata Sanem kalau tanah sedimen dinaikan semua, itu bisa menjadi lahan seluas 28 hektar dari hasil pengerukan tersebut. Maka dari itu, permintaan mereka agar hasil pengerukan itu dipergunakan untuk reklamasi Pantai Tanjungpendam. “Tapi, banyak orang tidak berpikir ke arah itu,” sebutnya.

Kemudian Sanem mengungkapkan, pihaknya tidak akan memberikan pemahaman terkait rencana itu. Karena sudah sering dilakukan, namun masyarakat tetap saja berpikiran aktivitas tersebut akan mengambil timah. “Suruh dia kerja di situ, di kapal isap itu, apakah benar kapal itu ngambil timah. Jadi ke depan silahkan awasi di situ,” paparnya.

Ditegaskan Sanem, Pemkab Belitung menjamin kapal itu bukan beroperasi untuk mengambil timah, melain mengeruk sedimen tanah itu. “Sudah jelas kapal itu ngeruk sedimen, dan tidak ngeruk tanah yang di luar dari pelabuhan itu yang akan kita naikan. Masa sedimen itu tanah dari darat masa kita buang ke laut di tengah, laut tidak akan dangkal kalau di tengah sana, kenapa tidak kita manfaatkan sedimen itu,” tukasnya.

Sejauh ini diterangkan Sanem, Pemkab Belitung belum mengalokasikan anggaran terhadap rencana itu. Namun, PT Pelindo II Tanjungpandan sudah menganggarkan, tapi tertunda di tahun 2020 ini. Lantas, akan dilanjutkan pada tahun 2021 mendatang.

“Selain Pelindo juga ada Dinas Perikanan juga sudah 2 atau 3 kali lakukan tender, kita berharap sedimen itu naikan ke Tanjungpendam untuk nambah lahan,” sebutnya.

Rencana pengembangan reklamasi Pantai Tanjungpendam tambah Sanem, master plannya sudah ada, dengan perhitungan ke depan menambah 150 meter dan ke samping 1,5 kilometer. “Jadi jalan lingkar, modelnya seperti ikan Ketarap bentuk reklamasinya. Kepalanya akan dibangun mesjid sekitar Kalimua dan ekor akan dibuatkan tempat musik dan lainnya,” jelasnya.

Ke depan juga ujar Sanem, jika sudah ada kesepakatan dengan PT Pelindo dan segala macamnya, nanti di sana hanya sosialiasi saja. “Sehingga tidak ada lagi minta persetujuan bahwa si A setuju apa tidak? dan si B setuju apa tidak?. Kalau memang peduli, silahkan lihat dan awasi apakah benar atau tidak operasi kapal itu,” katanya.

PT Pelindo II direncanakan akan melakukan aktivitas pengerukan itu pada tahun depan, maka Pemkab Belitung akan segera memproses terkait hal itu. Sembari menunggu pelaksanaan itu, Pemkab Belitung juga akan membenahi kios-kios yang ada di pantai wisata itu, serta mengoptimalkan yang sudah ada.

“Dulu bantuan gerobak itu, sekarang gerobak sudah habis, mereka sudah mendirikan masing-masing, akhirnya keliatan tidak rapi dan tidak bagus,” tandas Sanem. (dod)