Retak Pelabuhan Tj Batu Aman

by -

*Dishub Nyatakan Hanya Cosway, Bukan Dermaga

*Isyak: Aset Belum Diserahkan, Tak ada Perawatan

foto A- pelabuhan tanjung batu

Foto A: ist

Aktivitas Pelabuhan Tanjung Batu yang berjalan normal Nampak Wakil Ketua DPRD Isyak Meirobie didampingiu sejumlah anggota DPRD mendapat penjelasan dari Ayie Thamrin.

TANJUNGPANDAN-Salah satu bagian dermaga Pelabuhan Tanjung Batu dikabarkan mengalami keretakan dan penurunan. Seperti diberitakan media lokal Belitung, bahwa penurunan dermaga mencapai 11 sentimeter . Belum diketahui penyebab penurunan dna keretakan tersebut. Meski retak, namun sejauh ini aktivitas di Pelabuhan Tanjung Batu masih berjalan.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung Ayi Thamrim Arifin mengatakan, retak akibat adanya kekosongan di dasar di saluran air. Jadi, terjadi tekanan ke samping.

“Lihat aja saluran airnya retak semua tapi secara teknis tidak membahayakan. Saya minta kata-katanya  tidak memprovokatif pembaca. Karena kenyataannya bukan dermaga  yang turun, tapi cosway (bagian akses menuju dermaga utama,Red). Ini sangat berbeda antara dermaga dengan cosway,” kata Ayi, Jumat (31/10).

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belitung Isyak Meirobie mengatakan DPRD telah melakukan klarifikasi lapangan terkait adanya laporan pengguna jasa melalui sosial media, kemarin. Berdasarkan kunjungan DPRD bersama Dishubkominfo dan KSOP Pelabuhan Tanjung Batu, hasilnya adalah adanya beberapa ratus meter trotoar sepanjang jalan pelabuhan mengalami penurunan akibat tidak stabilnya tanah dasar waktu pembangunan.

Dari hasil tersebut diketahui pembangunan tersebut dilakukan sejak tahun 1999 dan tentu perlu dilaksanakan perawatan. Namun demikian, kata Isyak, karena saat itu aset tersebut belum diserahkan ke Pemda Belitung, maka tidak dimungkinkan dilakukan penganggaran untuk perawatan pelabuhan. “Ini info dari Kadishub tadi kepada kami,” jelas Isyak.

Pada dasarnya kata Isyak, DPRD menyerahkan keputusan kepada pihak otoritas pelabuhan yakni KSOP dan tentu ada Dishubkominfo. “Serta nantinya BUP (Badan Umum Pelabuhan) yang akan lakukan pengawasan serta pengelolaan pelabuhan secara menyeluruh. Yang terpenting syarat dasar keselamatan dan keamanan harus terpenuhi,” kata dia.

Sehingga otoritas pelabuhan bisa mengizinkan operasional dan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Batu. Selain itu, DPRD meminta bagian yang rusak harus diperbaiki segera sesuai aturan penganggaran dan kebutuhan serta dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang direncanakan.

Termasuk nanti untuk melengkapi kebutuhan pengguna jasa dan memenuhi standarisasi serta peningkatan kapasitas Pelabuhan Tanjung Batu menuju pelabuhan yang siap berkompetisi dengan pelabuhan nasional yang ada. Baik sebagai bongkar muar barang ,sumber daya alam maupun penumpang serta kepariwisataan.

Isyak menambahkan jika Pelabuhan Tanjung Batu tidak dioperasionalkan secara aktif dan menyeluruh oleh semua pihak, maka tidak akan tahu mana bagian yang harus diperbaiki dan dilengkapi. “Seiring jalannya waktu maka akan semakin baik dengan pengawasan kita semua terhadap BUP yang bulan depan akan diisi personalianya dan otoritas terkait,” tukasnya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Belitung Rospendi mengatakan, belum mengetahui keretakan tersebut. Secara teknik kata Rospendi, penurunan tersebut tidak terlalu berpengaruh. “Biasanya nya kena gelombang dan penurunan.  Sebetulnya harus diperbaiki, dan itu penurunan tanah dasar dari beban. Ada konsolidasi tanah akibat tekanan atas, di tambah alur sungai,” kata dia.

Itu memang biasa terjadi, penurunan itu pada saat tanah yang mantap, mungkin juga itu disebabkan faktor alam.  “Paling tidak kita menunggu kepadatan itu lebih bagus dan itu sangat membantu sekali proses pemadatan,” kata dia.(ade)