Ribuan Masker Disiapkan Atasi ISPA

by -

PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Kepulauan Bangka Belitung akan menyiapkan ribuan masker untuk mengantisipasi penyakit infeksi saluran pernafasan akut selama musim kemarau. “Kami menyediakan anggaran untuk pengadaan 2.500 masker guna menangani ISPA akibat asap kebakaran hutan,” kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kepulauan Babel Bahuri ZND, Selasa (8/9).
Ia menjelaskan ribuan masker ini akan disalurkan apabila tingkat kesakitan ISPA masyarakat tinggi akibat kabut asap hasil pembakaran hutan dan lainnya selama musim kemarau panjang ini. “Kasus ISPA yang ditemukan masih tingkat wajar atau sebanyak 288 kasus, artinya kualitas udara yang dihirup masyarakat masih menyehatkan,” ujarnya.
Berbeda kualitas udara di provinsi lainnya, seperti Kalimantan, Palembang, Jambi, Riau dan daerah lainnya yang tingkat penderita ISPA cukup tinggi karena polusi udara akibat kebakaran hutan. “Kami tetap mengantisipasi berbagai penyakit saluran pernafasan ini karena kiriman asap dari provinsi lain,” ujarnya. Untuk itu, kata dia, diimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi mencegah berbagai penyakit akibat kabut asap ini, dengan tidak melakukan pembakaran lahan perkebunan, pertanian dan hutan.
“Kami mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota yang terus gencar mengimbau warganya untuk tidak membakar lahan dan hutan, karena himbauan tidak membakar lahan selama musim kemarau akan meningkatkan kesehatan masyarakat di daerah ini,” ujarnya.
Sementara, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang menyatakan penderita ISPA di kota itu meningkat karena potensi pencemaran udara juga meningkat selama kemarau. “Penemuan pada Agustus 2015 tercatat penderita ISPA sebanyak 156 orang atau bertambah dibanding sebelumnya pada Juli 2015 sebanyak 129 orang,” kata staf Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Pangkalpinang Try Endriyanto.
Ia menjelaskan, pada Agustus 2015 penderita ISPA terbanyak terdapat di Puskesmas Gerunggang yaitu sebanyak 83 orang dengan rincian penderita laki-laki 44 dan perempuan 39 orang. Di Melintang 27 orang atau laki-laki 11 dan perempuan 16 orang. Kemudian di Taman Sari 18 orang (laki-laki 9 dan perempuan 9), di Pangkalbalam 12 orang (laki-laki 8 dan perempuan 4), di Pasir Putih 8 orang laki-laki, di Kacang Pedang 4 orang laki-laki dan di Girimaya dua laki-laki serta di Air Itam 2 perempuan.
“Sepertinya belum banyak warga yang menggunakan masker ketika ingin bepergian padahal itu sangat membantu sebagai antisipasi penularan penyakit ISPA khususnya bagi pengendara roda dua,” katanya.
Ia mengatakan, jika keluarga atau kerabat dekat merasa kurang nyaman dengan tenggorokannya maka hendaknya segera periksa ke puskesmas terdekat agar segera diberikan pengobatan sehingga penyakit itu tidak berlanjut. “Jangan ditunda-tunda untuk mengobatinya karena akan berdampak buruk bagi kesehatan jika tidak segera ditangani dan juga bisa menular kepada orang lain dan juga dapat menyerang seluruh sistem pernapasan tubuh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gejala terserang penyakit tersebut yaitu hidung tersumbat, paru-paru terasa terhambat, batuk-batuk dan tenggorokan terasa sakit, merasa kelelahan dan tubuh merasa sakit. “Jika terserang penyakit itu tubuh tidak bisa mendapatkan oksigen yang cukup karena infeksi yang terjadi dan kondisi tersebut bisa berakibat fatal,” ujarnya.(ant/rb)