Rina dan Yuslih Masih Reses

by -

PANGKALPINANG – Masih tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rina Tarol dan Yuslih Ihza Mahendra yang maju sebagai calon bupati (Cabup) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2015 diperkirakan masih menerima anggaran reses selaku legislator dari dapilnya masing-masing.
Masih mendapatkan haknya guna mengikuti reses pada masa sidang III tahun 2015 ini disampaikan Sekretaris DPRD Babel Suharto ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9) kemarin. “Ya.. anggaran reses mereka (Rina-Yuslih) tetap kami kucurkan. Dipakai atau tidak nanti dilaporkan. Jika tidak ya..dikembalikan,” ujarnya.
Namun ia meyakini, para anggota dewan dapat lebih bijak dan paham mengelola uang negara di reses. “Soal administrasi reses, pasti ada kontrol seperti dokumentasi, kwitansi dan hasil laporan reses. Kalau itu disela-sela kampanye, saya yakin dewan sudah mengerti konteks kampanye dan reses,” ujar Suharto.
Suharto menambahkan, jadwal reses para legislator DPRD Babel “pulang kampung” pada reses dimulai sejak 14-18 September 2015.
Disinggung laporan reses yang hanya diserahkan pada Gubernur Babel tanpa dibacakan kepada publik dalam paripurna reses masa sidang II lalu, suharto pun menuturkan, akan memperbaiki penjadwalan tersebut, agar reses dapat dibacakan tuntas dalam paripurna mendatang. “Mungkin saat itu pak Gubernur banyak kegiatan ataupun banyak paripurna. Tapi itu bagus, akan saya sampaikan kepada pimpinan agar dibacakan sebagai bentuk tanggungjawab anggota dewan yang mengikuti kegiatan reses,” tukasnya.
Seperti halnya diutarakan, anggota DPRD Babel dapil Pangkalpinang Haryadi. Politisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menuturkan, bahwa kegiatan resesĀ  seyogianya harus terus ditingkatkan dan lebih mengedepankan kualitas dibandingkan kwantitas. “Reses tentunya menjaring aspirasi masyarakat. Persoalan ditindaklanjuti tidaknya, itu atas instruksi Pemerintah Provinsi Bangka Belitung,” ujar Haryadi.
Ia melanjutkan, bahwa kegiatan reses merupakan kegiatan yang memang dinanti oleh masyarakat. Karena, masyarakat benar-benar langsung menyampaikan aspirasi dan tentunya akan dibahas dan diusulkan kepada Gubernur Babel guna ditindaklanjuti oleh Pemda di 7 Kabupatenn/Kota. “Sebagian ada yang sudah ditindaklanjuti, sebagian ada juga yang belum. Saya secara pribadi tidak setuju jika reses kepada kuantitas, saya tidak setuju. Tapi Dapil Pangkalpinang saya yakinkan akan meningkatkan kualitas,” pungkasnya.(iam)