Rina Tarol : Masalah Akper Ganggu Pikiran Saya!

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

PANGKALPINANG – Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Senin (19/1) pekan depan akan memanggil kembali petinggi Akademi Keperawatan (Akper) Pangkalpinang yaitu Direktur serta Ketua Yayasan Akper Pangkalpinang.
Disampaikan Rina Tarol, pemanggilan tersebut guna mempertanyakan dan mengevaluasi kebijakan Akper Pangkalpinang yang telah menskorsing dua semester terhadap dua mahasiswi dengan tuduhan melakukan pencurian. “Senin kita panggil ke DPRD, Direktur Akper dan ketua yayasannya,” ujarnya, kemarin (16/1).
Rina mengakui bahwa  pertemuan yang sempat dilakukan DPRD dengan Pudir I Akper Pangkalpinang Kamis (15/1) lalu, sangat mengganggu pikirannya. Sebab Akper Pangkalpinang seakan menyatakan, Komisi IVdi DPRD tidak ada sangkut paut dengan lembaga tersebut. Padahal, kata Rina, bantuan hibah yang diterima oleh Akper Pangkalpinang bersumber dari APBD Babel.
“Akper Pangkalpinang di tahun 2012 sekitar Rp2 miliar dibantu dari dana APBD. Untuk 2013 dan 2014 kemungkinan besar diterima. Kalau mereka bilang tidak ada kaitannya dengan Komisi IV, memang berasal dari mana bantuan yang diberikan ke Akper. Itu kan dari dana APBD Provinsi,” kesal Rina.
Politisi PDI Perjuangan itu juga menambahkan, bahwa dari informasi yang ia terima, bahwa beasiswa yang diberikan Akper Pangkalpinang kepada mahasiswa juga bersumber dari dana APBD. “Beasiswanya pun pakai uang APBD. Jangan sampai persoalan ini diperpanjang. Kita minta agar skorsing kepada dua mahasiswi itu dicabut, karena menghambat hak orang untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tukasnya.
Seperti diketahui, 6 Desember 2014 lalu, saat kedua mahasiswi itu hendak pulang saat melakukan praktek di RSUD Sungailiat, Aorta salah mengambil helm yang merupakan milik pegawai RSUD itu. Saat dihubungi, keduanya yang menyadari kekeliruan tersebut sepakat bertemu untuk mengembalikan helm tersebut kepada pegawai RSUD dan pemilik helm tidak mempersoalkan hal tersebut.
Namun tak berselang beberapa hari tepatnya10 Desember, Akper Pangkalpinang langsung mengeluarkan surat skorsing kepada keduanya dengan alasan melakukan pencurian. Kedua mahasiswi lantas meminta pemilik helm menjelaskan hal tersebut dan mengirimkan surat yang menyatakan hal tersebut bukan pencurian namun kesalahpahaman, namun Akper Pangkalpinang tetap bersikukuh untuk memberikan sangsi dengan alasan kedua mahasiswi telah melakukan pencurian. (iam)

Baca Juga:  Danrem 045/Garuda Jaya, Kolonel Inf Dadang Arif Abdurrahman Imbau Bijak Gunakan Sosial Media

Tags:
author

Author: