Rosmita Wakili Indonesia ke Jerman

by -2 views

//Tempuh Pendidikan Kepelatihan di JGU Mainz

PANGKALPINANG – Putra putri Bangka Belitung (Babel) terus menorehkan prestasi guna mengharumkan nama bangsa dan daerah. Kali ini, Negeri Serumpun Sebalai turut berbangga dengan salah satu putri terbaiknya yaitu Rosmita (30). Prestasi yang dicapai wanita kelahiran Tanjung Pandan, Belitung 4 April 1985 semasa aktif sebagai sprinter, kini berlanjut di dunia kepelatihan.
Wanita yang biasa disapa Aci dan bekerja sebagai Pegawai Negri Sipil (PNS) di Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Babel itu belum lama ini, tepatnya 2014 lalu menerima beasiswa Diploma kepelatihan dari Jerman bekerja sama dengan Johanes Gutenberg Universitas Mainz dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia untuk berlatih kepelatihan selama satu tahun disana.
Sebelum menuai hasil dari prestasinya yang mengharumkan nama negara, Aci yang merupakan alumnus Universitas Bangka Belitung (UBB) itu saat menjadi atlet sudah menuai berbagai prestasi di tingkat nasional bahkan internasional. Maka tak heran sejak 2008 lalu hingga kini, ia ditunjuk untuk melatih atlet berbakat asal Babel lainnya.
Kepada Radar Bangka, Aci mengungkapkan kecintaannya terhadap olahraga adu fisik tersebut bermula sejak tahun 2002 saat duduk dibangku SMP hingga terakhir pada 2008 saat dirinya diterima sebagai abdi negara. “Pertama kali yang memotivasi saya jadi atlet, supaya bisa jalan-jalan keluar dari pulau Belitung tanpa minta biaya dari orang tua,” kata Aci, Rabu (26/8), usai ia mendapat piagam penghargaan dari Kepala Kakanwilkumham Babel, Ibnu Chuldun.
“Yang menarik jadi atlet adalah kebanggaan ketika menjadi juara dan berhasil mengibarkan bendera merah putih di negara lain, itu cara atlet memperkenalkan Indonesia di kancah dunia,” lanjutnya.
Kesempatan dirinya ke Jerman pun atas pilihan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) setelah menyisihkan pelatih muda lainnya dari seluruh Indonesia yang mengajukan aplikasi. “Saya sangat bangga apa yang telah saya capai. Ke Jerman kami diusulkan sebanyak empat orang oleh PB PASI untuk itu, tapi dari serangkaian seleksi saya terpilih dan mendapat panggilan dari Jerman,” kata Aci.
Program kepelatihan di Jerman sendiri, waktu itu diikuti oleh 12 negara dari tiga benua. Aci menjelaskan, dari Asia diikuti Indonesia, Sri Lanka dan Mongolia, Afrika, Siera Lions, Kamerun, Tanzania, dan Mali. Sementara Amerika Latin dari Mexico, Guatemala, Ekuador, Paraguay dan Cile.
Sulung dari tiga bersaudara anak dari pasangan Rahim (Ayah) dan Tina (Ibu) ini pada tahun 2005 sampai 2010 pernah menjadi bagian dari Timnas sepak bola putri pada invent Sea Games, Pra Piala Asia dan Piala AFF. Sejak 2008 mulai belajar melatih dan terakhir 2014 mendapat beasiswa Diploma kepelatihan dari Jerman bekerja sama dengan Johanes Gutenberg Universitas Mainz sekaligus mewujudkan mimpinya.
Kembali ke Babel selepas menimba ilmu selama satu tahun di Jerman, Aci dilibatkan dengan banyak kegiatan, namun meskipun sibuk dia tetap profesional dengan pekerjaannya. “Kita biasanya jam 5 pagi sudah mulai latihan sampai jam 7.30 Wib, kemudian lanjut ke kantor untuk kerja, dan sore hari kembali latihan mulai jam 15.30 sampai dengan 18.00. Bahkan untuk menghindari keterlambatan masuk kantor dan apel pagi tak jarang saya mandi pagi di kantor,” ungkapnya.
Untuk tahun ini, Aci dan tim sedang mempersiapkan atlet mereka menuju Porwil dan Pra Kualifikasi PON 2016 Serta persiapan Menuju ASEAN Prison Track and Field. “Selama saya melatih beberapa atlet dan Alhamduillah mereka cukup berprestasi di tingkat nasional dan Asean seperti Sea Games dan kejuaraan Asean Yunior dan Remaja,” ungkapnya.
Peraih medali perunggu SEA Games nomor400 meter, Edi Ariansyah dan atlet lempar lembing Sulistyani, contohnya tak lepas dari campur tangan dingin pelatih muda ini. Aci juga telah ikut penataran level I IAAF. Prestasi terbaiknya, kata Aci, selama ia menjadi pelatih yakni ketika atletik Babel berhasil menduduki posisi ke empat klasemen akhir perolehan medali pada ajang Kejurnas Yunior dan Remaja 2014.
Dengan kemampuan sprintnya yang terbilang diatas rata-rata, Aci sempat terjun ke dunia sepakbola. Di tim sepakbola wanita, dia ditunjuk sebagai striker tim nasional Sepakbola putri saat SEA Games Philipina dan Pra kualifikasi piala Asia di Vietnam.
Dia berharap apa yang telah diperolehnya di dunia atletik, bisa memberi motivasi bagi generasi muda di Indonesia, di Babel khususnya. “Jadilah yang terbaik dibidangmu masing-masing. Sadari potensi yang kalian maliki untuk memenangkan persaingan di era keterbukaan dan persaingan global ini,” himbaunya.
Staf Pengamanan Blok Wanita di Lapas Klas IIA Pangkalpinang itu menyampaikan terimakasihnya pada semua pihak yang telah mendukungnya. “Terimakasih untuk dukungan Kanwilkumham Babel dan Lapas Klas IIA Pangkalpinang yang selalu mendukung kami para atlet dan pelatih yang jadi bagian dari keluarga besar pengayoman dalam upaya meningkatkan dan memberikan yang terbaik buat instansi daerah dan Bangsa. Salam bidang olahraga khususnya atletik,” tutupnya. (tya)