Rudianto: Tak Ada Istilah Voting

by -

*Jika Pemilihan Ketua DPD Deadlock, Diserahkan ke DPP
TANJUNGPANDAN-Bendahara  Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Rudianto Tjen mengatakan, agenda konferensi daerah (Konferda) (, dilakukan sebagai perubahan kepengurusan di tingkat Provinsi.  Lantas, mengenai proses pemilihan ketua DPD, dinyatakan tidak ada mekanisme voting karena sudah ada proses penjaringan sebelumnya.
Rudianto mengatakan, konferda kali ini (bukan musda-musyawarah daerah seperti diberitakan kemarin,Red), PDIP Perjuangan dalam menggelar proses pemilihan ketua DPD baru, berbeda seperti pada tahun-tahun sebelumnya.  “Karena kita di PDIP ini, tidak ada istilah voting. Dari awal kita sudah melakukan penjaringan Ketua. Baik dari ketua DPD maupun ketua DPC. Bahkan, dari bawah boleh diusulkan sebanyak-banyaknya. Kita berharap mudah-mudahan pemilihan ketua DPD baru hari ini cepat selesai.  Karena, acara ini sifatnya sederhana  dan sengaja dipersingkat,” kata Rudianto.
Rudianto menyebutkan, sejauh ini memang ada lima kandidat Ketua yang sudah dikirim untuk melakukan tes dan psikotes.Seperti tes bagaimana memahami ideologi partai, leadershipnya, inteligen dan kemampuannya dalam menghadapi problema. “Dari lima kandidat yang sudah dites. DPP PDIP hanya mengambil tiga kandidat yang terbaik. Dan tiga orang kandidat itu, nanti akan dipersilahkan berunding mencapai kesepakatan siapa yang siap untuk menjadi Ketua,” jelasnya.
Selanjutnya, tiga orang calon ketua DPD ini, rata 90 persen dari DPD PDIP telah sepakat.
Artinya, dengan tiga orang ini sepakat dan berunding. Ketuanya sudah bisa tahu.
“Masih ada sisanya sekitar 10 persen yang tidak sepakat. Dan itu kita akan lempar kembali kepada masing-masing utusan PAC dan DPC,” ungkapnya.

Jika ternyata sisa 10 persen itu, belum juga sepakat. Otomatis kita akan lempar ke masing-masing utusan.  “Jadi, utusan juga harus sepakat bulat. Sebab, kalau tidak bulat, kita anggap deadlock. Dan kalau dia deadlock, itu akan diambil alih langsung oleh DPP,” paparnya.

Dari tiga orang ini, DPP sudah punya kode di situ. Siapa yang paling pantas dan layak, DPP langsung putuskan saat itu juga.  “Untuk di Provinsi memang sudah ada tiga nama yang masih tersegel. Namun, saya belum tahu ketiganya itu siapa,” sebutnya.

Sebab, kata dia, yang mengetahui tiga nama itu hanyalah Ketua Umum beserta timnya saja. Keputusan finalnya, besok (Rabu 10/3) hari ini.  ‘Tiga nama kandidat yang tersegel itu, akan dibawa dan diperlihatkan di depan peserta. Setelah dibacakan, lalu dipersilahkan kepada kandidat untuk berunding. Ketika tidak ada kesepakatan, DPP langsung ambil alih,” tegasnya.

Prosesnya simple, Partai PDIP tidak seperti partai-partai lain. Sebab, PDI Perjuangan memilih kader partai dari luar dalam memang itu yang terbaik.  “Kami (DPP PDIP, red) berharap partai PDIP menjadi partai modern. Kepemimpinnnya itu menjadi leadership yang baik. Dengan begitu, kita bisa menggerakkan partai kita sampai pada level bawah,” terangnya.

Ia menambahkan, setelah Ketua terpilih barulah akan membentuk formatur. Perwakilan formatur dari DPD itu ketua baru yang terpilih. Sedangkan untuk DPP nanti saya sendiri yang mewakili.  “Selain itu, ada juga perwakilan tiga orang dari DPC yang memperoleh suara tertinggi dari hasil pemilihan legislatif kemarin di Kabupaten Belitung,” sebutnya.
Pihaknya akan berusaha agar orang-orang yang duduk di Partai PDIP adalah orang yang benar-benar terbaik menduduki jabatan sebagai ketua partai.  “Dan bagi teman-teman partai yang terpilih, akan ditugaskan untuk menyusun agenda kepartaian yang pro rakyat. Selanjutnya, itu nanti yang akan kami bawa ke DPP untuk di masukkan ke dalam program pemerintahan Presiden Jokowi,” tukasnya. (mg2)