RUPS PT Timah Tanpa Ada Perubahan Direksi, Hanya Berubah Nomenklatur

by -
RUPS PT Timah Tanpa Ada Perubahan Direksi, Hanya Berubah Nomenklatur
Foto Istimewa.

belitongekspres.co.id, JAKARTA – PT. Timah Tbk (IDX: TINS) yang menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2020 pada Selasa, 6 April 2021, bertempat di Hotel Ritz Carlton Jakarta, tanpa af perubahan di jajaran direksi.

Dari rilis yang diterima Babel Pos dari HumasPT Timah siang ini, untuk jajaran direksi hanya adaperubahan nomenkalurt, yaitu Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko yang tetap dijabat Wibisono.

Dalam rapat dengan protocol Covid – 19 tersebut, untuk posisi direksi lainnya Direktur Utama: Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, Direktur Keuangan & Manajemen Resiko: Wibisono, Direktur Operasi dan Produksi: Agung Pratama, Direktur Pengembangan Usaha: Alwin Albar, dan
Direktur Niaga: Purwoko, Direktur Sumber Daya Manusia: Muhammad Rizki.

 Sementara untuk Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Indipenden: Alfan Baharudin, Komisaris Independen: Satriya Hari Prasetya, Komisaris: Rudy Suhendar, Komisaris: Rustam Effendi, Komisaris Agus R Pandjaitan.

Selain itu, dalam rapat itu juga telah dicapai beberapa kesepakatan yang telah disetujui oleh pemegang saham. Selain persetujuan Laporan Tahunan Tahun Buku 2020, dan perubahan Nomenklatur Pengurus Perseroan, TINS disepakati absen untuk tebar dividen tahun buku 2020.

Tahun 2020 masih menjadi tahun yang cukup berat bagi hampir semua entitas bisnis di tanah air, tak terkecuali TINS. Dalam skala global, pandemi covid-19 telah memicu berkurangnya persediaan logam timah di London Metal Exchange (LME), meski di sisi lain hal tersebut telah mendorong kenaikan harga yang cukup signifikan.

Tercatat produksi timah dunia tahun 2020 sebesar 327.200 ton atau turun 7,70% dari tahun sebelumnya sebesar 354.500 ton. Adapun tingkat konsumsi timah dunia 2020 turun 4,62% menjadi sebesar 342.600 ton dari tahun 2019 yang menyentuh 359.200 ton. Defisit timah dunia pada masa pandemi terus melebar dari sebesar 4.700 ton pada 2019 menjadi sebesar 15.400 ton pada 2020.(rel/red)