Rustam Desak Rakor Kementerian

*Geram KIP di Belitung, Ancam Destinasi Wisata Nasional

PANGKALPINANG- Beroperasinya  Kapal Isap Produksi (KIP) di laut Belitung membuat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), H Rustam Effendi, SE gerah. Menurut dia, kementerian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) harus segera  duduk bersama-sama menangani persoalan  yang telah membuat masyarakat Belitung geram. Terlebih Bumi Laskar Pelangi ini telah ditetapkan sebagai destinasi wisata nasional.

“Jika kementerian-kementerian yang terkait didalamnya tidak duduk satu meja, maka Pemerintah Provinsi Babel akan kesulitan, “kata Rustam kepada melalui rilis Kabag Humas Pemprov Babel, M Ali, Sabtu (22/10).

RajaBackLink.com

Tak hanya bersama Kementerian ESDM, tegas Politisi PDI Perjuangan ini, rapat koordinasi juga perlu melibatkan pihak terkait lainnya, diantaranya BUMN dan Kemenko Kemaritiman, agar destinasi wisata nasional betul-betul berjalan di Babel.  “Ada kaitan sebagai wisata bahari tentu  membutuhkan laut dan terumbu karang yang baik. Jadi disayangkan jika masih ada pihak-pihak yang melakukan aktifitas merusak terumbu karang dan merusak lingkungan,” keluh Rustam.

Keinginan ini, sejalan Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 Tahun 2016 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang menjadikan Bangka Belitung khususnya Belitung sebagai KEK Pariwisata di Indonesia.

“Saya berharap ini  bisa dimplementasikan oleh dinas dan instansi terkait khususnya para kementerian yang ada dipemerintahan pusat untuk mengucurkan anggarannya agar bisa membangun infrastruktur menuju kawasan-kawasan wisata serta memberikan kemudahan-kemudahan bagi para investor untuk masuk ke Babel khususnya di Belitung,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menkomaritim) yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi SDM IPTEK dan Budaya Maritim Safri Burhanuddin mengatakan dalam waktu dekat akan memanggil Gubernur Babel beserta Bupati Belitung untuk duduk bersama dengan Kemenko Kemaritiman dan ESDM untuk membahas mengenai masih adanya KIP di kawasan laut Belitung.

Baca Juga:  Gelar MRSF, Polres Beltim Targetkan 3.000 Peserta

“Dalam waktu dekat kita akan bersama-sama Gubernur dan Bupati Belitung untuk mengkoordinasikan hal ini bersama beberapa kementerian yang terkait ” ujar Safri.

Menurut Safri Belitung merupakan kawasan strategis untuk pariwisata, dan merupakan yang masuk dalam jalur sutra. Oleh karenanya perlu dilakukan percepatan pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Belitung.

Guna mempercepat pertumbuhan pariwisata, Safri mengatakan, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni meningkatkan jumlah destinasi, memperbaiki infrastruktur destinasi, dan menambah event-event budaya bertaraf nasional bahkan internasional.

Senada Bupati Belitung, Sahani Saleh juga geram menghadapi ancaman upaya mewujudkan belitung sebagai kawasan destinasi wisata nasional.

“Saat ini hambatan dan ancaman terbesar kami dalam upaya menjadikan Belitung benar-benar sebagai kawasan wisata nasional adalah masih adanya KIP yang beroperasi di kawasan laut Belitung,” ujar Sahani.

Usai membuka secara resmi Festival Belitong 2016, Gubernur beserta rombongan langsung menuju Hotel BW Suit  dengan agenda melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (KB & PKS) antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Sumatera Selatan.

Penandatanganan ini langsung dilakukan oleh Gubernur Babel dan Gubernur Sumatera Selatan, Rustam Effendi dan Alex Noerdin yang sekaligus melakukan rapat  membahas sejumlah bidang terkait dalam nota kerja sama,  diantaranya yakni pekerjaan umum, perhubungan, ketahanan pangan, kebudayaan dan pariwisata, energi, penelitian dan pengembangan IPTEK dan inovasi, kepemudan dan olahraga, perindustrian dan perdagangan, serta kelautan dan perikanan.

Andrea: Jaga Lingkungan
Sementara itu, salah satu penulis sukses asal Pulau Belitong, Andrea Hirata tidak mau berkomentar banyak terkait adanya aktifitas kapal isap di perairan Belitung Timur. Namun dia sangat berharap, terkait pariwisata masyarakat maupun pemerintah daerah harus mampu menjaga lingkungan dari kerusakan. Karena pariwisata bergantung pada lingkungan yang tidak dirusak, dengan kehadiran kapal isap ditakutkan keistimewaan Pulau Belitung akan berkurang.

Baca Juga:  Pembunuh Suami Istri Divonis Seumur Hidup

“Saya tidak mau komentar masalah kapal isap, saya tidak mengerti masalah itu saya tidak mengerti politik,”tukas dia saat ditanyai wartawan.

Dengan komitmen dari masyarakat dan pemda untuk tetap menjaga lingkungan, dia menilai pariwisata tetap dapat menjadi tumpuan perekonomian di Belitong. Apalagi dengan komitmen pemerintah pusat untuk membangun KEK di Tanjung Kelayang. Bahkan disusul dengan wacana geopark di negeri laskar pelangi itu. Andrea Hirata sendiri mampu memasarkan keindahan Belitong lewat karya-karya tulisannya hingga ke mancanegara.

“Tapi pariwisata tergantung pada lingkungan kita harus mampu sama-sama menjaga lingkungan ini,”tukas dia singkat.

Sebelumnya, penolakan kapal isap sudah dilakukan dengan berbagai upaya oleh masyarakat dan pemerintah daerah, baik Belitung maupun Belitung Timur. Bahkan teranyar, bupati Belitung, Sahani Saleh dan bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza sama-sama turun dengan masyarakat melakukan aksi damai, menolak pengoperasian kapal isap di pantai Sengaran, Kelapa Kampit, Belitung Timur.

Sahani Saleh sendiri menilai musuh terbesar masyarakat Pulau Belitong adalah kapal isap. Dia bahkan mengancam untuk membakar kapal isap itu apabila masih beroperasi di perairan itu.

Mereka juga saat melakukan aksi damai menandatangi dua petisi. Pertama petisi kain putih sepanjang 50 meter, dan petisi yang berisi komitmen penolakan terhadap penolakan kapal isap dan tambang laut di Pulau Belitong.(fiz/tob)

Rate this article!
Tags:
author

Author: