Rustam Resmi Daftar PDIP

by -

* Rustam: Kalau Saya Tidak Incumbent, Saya tidak akan Maju

Ketua DPD PDIP Babel, H Rustam Effendi SE datang ke Sekretariat untuk mendaftar dan mengembalikan berkas pendaftaran.
Ketua DPD PDIP Babel, H Rustam Effendi SE datang ke Sekretariat untuk mendaftar dan mengembalikan berkas pendaftaran.

PANGKALPINANG- Penjaringan calon gubernur dan wakil gubernur dari PDIP Bangka Belitung (Babel), berakhir, Sabtu (30/4) hari ini.  Dan, di menit-menit akhir, Ketua DPD PDIP Babel, H Rustam Effendi SE datang ke Sekretariat untuk mendaftar dan mengembalikan berkas pendaftaran hari itu juga. Dimana sebelumnya juga, Didit Srigusjaya yang juga kader internal mengambil berkas pendaftaran penjaringan melalui partai berlambang moncong putih itu.
Dikatakan Ketua Panitia Pendaftaran gubernur/wakil gubernur, Albana, Rustam Effendi merupakan orang ke-19 yang mengambil formulir pendaftaran dan menjadi orang ke-9 yang mengembalikan formulir. Nantinya berkas tersebut akan diverifikasi sebelum tahap selanjutnya sampai ke DPP PDIP.  “Tidak ada diskriminasi, siapapun yang mendaftar harus melalui prosedur kita, lihat sendiri Ketua DPD juga berlaku serupa. Beliau pendaftar ke-19 dan orang ke-9 yang mengembalikan formulir. Kita hanya terima berkas pendaftaran, semuanya akan diserahkan ke DPP Partai,” ungkapnya.
Sementara, Rustam mengaku tidak akan mengikuti penjaringan dari partai lain dan dirinya hanya akan mendaftarkan diri di partai yang sudah membesarkannya. Apalagi kapasitasnya yang ada sekarang sebagai Ketua DPD PDIP Babel, mau tidak mau harus ambil bagian dalam Pilgub 2017 mendatang. Rustam menyerahkan sepenuhnya hasil penyaringan calon ke DPP Partai, karena sama sekali bukan hak dia untuk sepenuhnya lolos.
“Saya mendaftarkan diri di partai yang membesarkan saya. Saya melihat beberapa dekade terakhir ketika membuka pendaftaran jarang pendaftar banyak. Hari ini animo dari para politisi untuk mendaftar cukup besar, mari kita jaga integritas partai. Jangan dirusak karena ambisi. Masuk tidaknya nanti saat digodok DPP partai secara administrasi, verifikasi faktor gugur tidaknya baik cagub maupun cawagub akan dilakukan fit and proper tes siapa yang pantas. Juga tidak terlepas dari unsur penunjang survey, masukan masyarakat yang turun melihat sejauh mana potensi calon ke depan. PDIP tidak mau gagal dalam periode ini,” urai Rustam yang memimpin PDIP Babel hingga 2020 ini.
Pria kelahiran Belitung ini juga mengaku sehebat apapun PDIP akan tetap melakukan koalisi dengan Partai lain. PDIP secara terbuka menerima dukungan dari partai manapun baik yang sudah mengikuti Pemilu atau yang baru akan diverifikasi untuk ikut pemilu mendatang.   “Koalisi tetap, sehebat apa pun kita, kita terbuka kepada partai lain baik yang punya kursi atau tidak di parlemen atau yang ikut dan tidak dalam pemilu lalu. Saya baru mendaftar ini karena baru sempat dengan kesibukan saya yang padat. Sebagai tuan rumah saya mengalah kita lihat berapa calon yang masuk. Secara administrasi saya tidak ada beda dengan pelamar lain,” jelasnya.
Rustam menyerahkan semuanya ke partai, dirinya sadar tidak ada keistimewaan yang diberikan oleh DPP kepadanya. Dan ini menurutnya kiprah terakhir dalam berpolitik, karena tahun 2020 nanti dirinya akan berhenti dari dunia politik di Babel. “Perlakuan tidak ada yang istimewa dari DPP, prosedur semuanya sama. Lulus atau tidak saya serahkan ke partai. Saya 2020 tidak akan berkiprah lagi,” tukasnya.
Sementara beberapa kader lain yang ikut mengambil formulir pendaftaran penyaringan calon gubernur/wakil gubernur diakuinya sudah melalui izinnya. Diminta untuk semua kader proses ini berjalan saja dan biarkan waktu yang menentukan. DPP menurutnya sangat dinamis dan tidak ada yang diistimewakan, dirinya juga tidak dapat mengintimidasi DPP untuk memaksakan kehendak maju pada Pilgub 2017 mendatang.
“Pak Didit datang ke saya semua seizin saya, dalam penentuan itu tidak bisa diintimidasi saya juga tidak merengek-rengek. Jabatan tidak bisa dikejar, semakin dikejar semakin jauh, usaha boleh tapi tidak boleh ambisius. Tidak rasional lagi kalau dipaksakan. Tugas saya sampai 2020, tetap akan saya dukung siapapun misal tidak direkomendasikan oleh DPP maju sebagai calon gubernur dari PDIP,” tutupnya.
Sejauh ini kata Rustam, dia merasa hadir di Partai besutan Megawati ini tidak pernah sama sekali bicarakan jabatan. Hanya terpanggil hati nurani sesuai dengan ideologi. “Tidak ada terpikirkan sebagai gubernur, saya wakil juga sudah bersyukur. Kalau saya tidak incumbent saya tidak akan maju. Saya sudah capek berpolitik, sudah puluhan tahun. Jalankan amanat saja, kalau saya tidak maju tidak logis,” tandasnya sembari memperediksikan akan ada 3 pasangan calon bertarung pada Pilgub mendatang.
Terpisah, Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Didit Srigusjaya mengaku telah mendaftarkan diri dan mengisi formulir pendaftaran bakal calon (balon) Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Babel untuk Pilkada Gubernur Babel 2017 mendatang.
“Saya sudah mengambil dan mengisi formulir pendaftaran untuk maju sebagai bakal calon wakil gubernur dan hari ini juga formulir tersebut akan saya kembalikan ke panitia penerimaan pendaftaran dan penjaringan bakal calon dari PDI Perjuangan,”katanya di gedung DPRD Babel.
Menurut Didit, dia mendaftarkan diri untuk persiapan, karena bisa saja sebagai kader partai ditunjuk untuk maju sebagai bakal calon pada Pilkada Gubernur Babel oleh DPP PDI Perjuangan.
“Saya harus mempersiapkan diri siapa tahu DPP (PDI Perjuangan) menugaskan saya untuk maju sebagai calon dan sebagai petugas partai saya harus siap. Dan formulir yang saya isi tidak muluk-muluk untuk bakal calon wakil gubernur,”tukasnya.(tob)