Sabarudin Kobarkan Semangat Literasi “PAUN Menulis 2021”

by -
Sabarudin Kobarkan Semangat Literasi “PAUN Menulis 2021”
Sabarudin saat berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam acara pelatihan menulis.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – “Tidak akan ada ruginya jika kau berbagi dengan orang lain”. Ungkapan tersebut yang selalu dipegang oleh Sabarudin Kepala SMA Negeri 1 Manggar, yang kembali berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam acara pelatihan menulis.

Ia menerbarkan semangat Literasi saat menjadi pemateri pada acara yang diselenggarakan oleh PAUN (Penulis Andalan Untuk Negeri) bertajuk “Paun Menulis 2021”, Sabtu (12/6) akhir pekan lalu.

Dengan tema BEGALOR (Belajar Menulis Guna Melestarikan Cerita Lokal/Daerah) acara ini bertujuan untuk merubah mindset peserta tentang menulis. Tidak hanya itu, acara ini juga bertujuan agar peserta dapat lebih percaya diri dalam berkarya serta menemukan cara menulis karya fiksi yang baik.

Dalam rangkaian acara pelatihan tersebut, Sabarudin diminta memberikan materi khusus untuk membangun semangat peserta untuk menulis. Tidak tanggung-tanggung, ia menyampaikan materi dengan tajuk “Energi Literasi” yang mengandung harapan besar agar motivasi peserta dalam menulis dapat muncul dan terbangun dengan baik.

Materi yang disampaikan diawali dengan memberikan pengetahuan kepada peserta tentang makna literasi. Menurutnya literasi dalam konteks saat ini tidak lagi hanya terpaku pada kegiatan membaca dan menulis. Literasi membutuhkan aktivitas berpikir kompleks yang harus dimiliki oleh setiap manusia. Namun demikian, aktivitas kompleks tersebut tidak akan berhasil apabila dasar literasi yang salah satunya kegiatan menulis tidak dapat dikuasai dengan baik.

Selanjutnya, Sabarudin juga menjelaskan mengenai hubungan literasi dengan kegiatan menulis serta beberapa hal yang membuat menulis sebagai suatu kebutuhan. Tidak hanya itu, beliau juga memaparkan mengenai modal utama dalam menulis yang salah satunya adalah niat dan komitmen.

“Modal utama kita dalam menulis adalah niat yang baik serta komitmen yang kuat dalam menyelesaikan tulisan itu,” ujar Sabarudin. Selanjutnya ia juga menyinggung beberapa kesalahan yang acapkali terjadi untuk para penulis, terutama penulis pemula.

“Ketika menulis sebenarnya ada beberapa kesalahan yang sangat sering dilakukan oleh penulis pemula, takut memulai salah satunya. Seseorang yang ingin menulis harus berani memulai langkah pertama, jangan pernah takut untuk memulai. Karena jika kita tidak memulai, kita tidak akan pernah tahu nikmatnya menulis,” sebutnya.

Menutup materi yang disampaikan, Sabarudin juga memaparkan manfaat yang akan didapatkan saat seseorang menulis. Tentu saja manfaat-manfaat tersebut didapatkan apabila seseorang konsisten dalam mengolah ide dan pikirannya dalam bentuk tulisan.

“Manfaat menjadi seorang penulis tentunya banyak sekali. Kita dapat menyalurkan kreativitas, mengembangkan imajinasi, menambah pengetahuan, dan menguasai dunia,” ucap Sabarudin embari memberikan motivasi kepada peserta.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa berdirinya beliau menjadi narasumber juga merupakan hasil dari menulis. “Saya berdiri ditempat ini juga merupakan hasil dari menulis. Saya dapat beasiswa, mendapatkan penghargaan, mengunjungi 3 benua, semuanya adalah hasil dari menulis,” katanya.

Oleh sebab itu, menurutnya semua peserta harus menulis. Karena bukan hanya manfaat kecil yang didapatkan, namun manfaat besar yang juga dapat dirasakan oleh orang banyak. “Lampaui batas imaji dan gapai prestasi dengan dengan karya literasi,” tukas Sabarudin menutup pemaparannya.

Ditemui setelah acara, Sabarudin juga mengaku sangat senang dapat berbagi dengan peserta pelatihan menulis hari ini. “Syukur Alhmadulillah, saya dapat berbagi dengan para peserta pelatihan hari ini. Saya benar-benar berharap dengan kegiatan ini, banyak muncul penulis-penulis hebat,” ucapnya.

Ia juga berpesan agar semua peserta tetap semangat dalam mengikuti pelatihan. “Yang pasti semoga kedepan dunia literasi khususnya di Belitung Timur semakin kaya dengan munculnya nama-nama baru yang berkualitas dengan karyanya. Oleh sebab itu, saya berpesan agar semua peserta dapat mengambil pembelajaran serta tetap semangat,” ujarnya.

Terakhir dia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada PAUN yang telah meminta beliau berbagi pada hari ini. “Tentunya saya berterima kasih kepada PAUN, terutama pak Fitra Agustian yang telah mengundang saya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman selama saya berkarya di dunia literasi ini. Saya harap kedepan PAUN tetap eksis dan menghasilkan karya-karya yang luar biasa,” pungkasnya. (rel)