banner 728x90

Sadis! Habisi 2 Korban dengan Pisau & Parang

Life at ease with amazing nature| Leebong island

Proses reka adegan pembunuhan sadis pasangan suami istri yang berlangsung di Polres Belitung, Rabu kemarin.

* Tersangka Peragakan 21 Adegan
* Jaksa Menilai Ada yang Janggal

TANJUNGPANDAN – Sebanyak 21 adegan diperagakan BD, tersangka kasus pembunuhan pasangan suami istri AN dan MI, di Kebun Lada Desa Bantang, Membalong.

Proses rekonstruksi tersebut dilaksanakan di Mapolres Belitung, Rabu (16/1) kemarin.

Pihak kepolisian memilih melakukan rekonstruksi di polres lantaran faktor keamanan, dan juga untuk menjaga suasana kekondusifan di Kabupaten Belitung.

Reka ulang adegan pembunuhan sadis ini, disaksikan JPU Kejari Belitung.

Rekontruksi diawali saat tersangka meneguk miras dan mengkonsumsi aibon di gubuk miliknya pada sore hari.

Adegan kedua, selang beberapa lama BD mendatangi gubuk korban untuk meminjam sepeda motor, dengan membawa sembilah pisau, pada malam hari.

Pisau tersebut diselipkan ke pinggang korban. Adegan ke tiga, tersangka bertemu dengan pasangan suami istri ini, dan mengatakan pinjam motor.

Namun tidak dikasih. Kesal dengan ucapan korban, dia langsung menusukan pisau ke MI.
Adegan selanjutnya, AN yang mengetahui M tertusuk langsung bangkit dan mendorong tersangka.

BD yang pada saat itu kalap langsung menusukan pisau ke perut AN. Tak sampai di situ, pelaku juga menusukan ke leher suami MI hingga patah.

Tak puas menusuk dengan pisau, kemudian BD juga mengambil parang yang ada di pintu gubuk korban dan membacokannya hingga berkali-kali. Setelah memastikan korban tewas, dia mengambil uang dan handphone milik AN, dan membawa motornya ke Tanjungpandan.

Pada saat melaju, tiba-tiba ban motornya bocor. Sehingga, tersangka memarkirkan motor di semak-semak dan beristirahat di gubuk sekitar. Salah satu warga yang mengetahui motor itu, langsung membawanya ke rumah RT.

Pagi harinya, tersangka terbangun dan melihat motor tersebut tidak ada di tempat. Akhirnya, ia menanyakan ke warga sekitar. Dan, dikasih tahu bahwa kendaraannya berada di rumah pak RT.

Setelah itu, BD mendatangi rumah itu untuk mengambil motor. Lantas, BD langsung membawanya ke bengkel. Waktu itu, dia tak membawa uang. Akhirnya HP miliknya sebagai jaminan. Setelah sampai di Tanjungpandan, dia tak pulang ke rumah. Melainkan, sembunyi di Hutan-hutan yang ada di kawasan Dukong.

Kasatreskrim Polres Belitung AKP Bagus Krisna Eka Putra mengatakan, Jajarannya sudah menggelar rekonstruksi untuk mengetahui secara pasti kronologis pembunuhan tersebut.

Sehingga nanti, jaksa dapat mengambil kesimpulan apa yang harus dilengkapi. “Sebanyak 21 adegan telah diperagakan. Dalam waktu dekat, kami akan mengirim berkas tahap satu. Untuk sementara, kita sudah mengirim Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP),” kata AKP Bagus.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Belitung Afridel mengatakan, pihaknya masih mengamati hasil rekonstruksi ini. Menurut pantauan para jaksa, ada kejanggalan dalam reka adegan tersebut.

Khususnya, adegan ke tiga, empat dan lima. Setelah pelaku menusukan pisau miliknya ke AN hingga patah, potongan benda tajam tersebut tidak ada.

Pihak kepolisian sudah mencari. Namun, belum ditemukan. Bahkan, tersangka ketika ditanyai mengaku tak mengetahui. “Sementara kami masih belum berkomentar banyak mengenai hal ini. Untuk SPDP memang sudah kita terima,” katanya. (kin)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply