Salurkan Beasiswa Masyarakat Miskin

by -

PANGKALPINANG – Dalam rangka menyatukan dan mengintegritas data orang miskin di Kota Pangkalpinang, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pangkalpinang menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pangkalpinang dan BPJS Bangka Belitung (Babel).
Kerjasama itu bertujuan agar masyarakat mendapatkan pelayanan baik berupa penerima bantuan manfaat dan beasiswa masyarakat miskin. Demikian ditegaskan Kepala Dinsosnaker Kota Pangkalpinang, Mikron Antariksa.
Ia menyebutkan, bagi masyarakat yang akan mengurus beasiswa masyarakat miskin ini, masyarakat harus mengurus surat keterangan tidak mampu di kecamatan atau di kelurahan dimana masyarakat tersebut tinggal dan nantinya Dinsosnaker akan mengeluarkan rekomendasi.
“Rekpomendasi ini memang tujuan akhirnya akan diperoleh data yang kongkrit dan rill mengenai komposisi dan jumlah orang miskin di Kota Pangkalpinang, ” katanya Kamis (27/8) kemarin.
Masih katanya, sampai dengan sekarang untuk beasiswa masyarakat miskin pihaknya telah menerima sejak tanggal 1 Agustus dan akan berakhir pada tanggal 28 Agustus telah mengeluarkan rekomendasi sebanyak empat ratus lebih yang akan memperoleh beasiswa masyarakat miskin tersebut.
“Dari empat ratus orang tersebut tentunya akan kita seleksi dari masyarakat yang mengurus untuk dibuatkan, dari empat ratus lebih tersebut memang ada sekitar 2 sampai 5 persen yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Lanjut Mikron, memang masih ada yang mampu tapi tetap berupaya untuk mendapatkan beasiswa masyarakat miskin ini. Untuk mencegah hal itu, menurutnya setelah masyarakat mendaftar pihaknya akan langsung melakukan survei dengan mendatangi rumah pendaftar.
“Ada yang kami survei mereka berpenghasilan melebihi dari penghasilan PNS, ada yang setelah kami survei memang masyarakat tersebut tidak memiliki rumah akan tetapi penghasilannya bisa mencapai Rp500 ribu perharinya dan itu tidak masuk dalam kreteria kami,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hal-hal yang semacam itulah yang harus perlu sinergitas antara dinas dan steak holder untuk bisa menampilkan data-data orang miskin dan nantinya juga bantuan yang diberikan ini tepat sasaran tidak ada lagi yang sebenarnya harus mendapatkan bantuan tidak mendapatkannya malahan bantuan bagi yang mampu yang sebenarnya tidak layak untuk mendapatkannya.
“Kami harapkan ini akan menjadi satu program yang nantinya pada tahun 2016 kami akan coba dan akan kami buatkan data tunggal mengenai data kemiskinan di Kota Pangkalpinang dan untuk orang yang akan menyalurkan bantuan baik dari intansi pemerintah maupun pribadi masyarakat akanenggunakan data tunggal tersebut, itu harapan kami sehingga nantinya kesalahan-kesalahan atau ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan dapat diminimalisi,” tukasnya. (tya)