Sanem Beberkan Soal Proyek Gagal

by -

*Oknum Konsultan Disebut Copy Paste Alias Mencontek Konsep
*Penyerukan Alur PPN Gagal, Museum Maritim Kini Terbengkalai

TANJUNGPANDAN – Bupati Belitung Sahani (Sanem) buka-bukaan terhadap sejumlah proyek yang bermasalah dan gagal dilaksanakan di Kabupaten Belitung. Sanem mengungkapkan, penyebab gagalnya proyek-proyek tersebut di antaranya karena ulah oknum konsultan copy paste konsep.

Dia mencontohkan, seperti proyek pengerukan alur di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang menelan anggaran Rp 12 miliar. Anggaran sebesar itu sudah disediakan melalui dana APBN untuk memperdalam alur yang dangkal.

Namun, karena ulah oknum konsultan copy paste, proyek pendalaman alur pun gagal. Konsep yang ditawarkan oknum konsultan tersebut tidak bisa diterapkan di Belitung. Pasalnya, konsep yang ditawarkan hanya mencontek pengerukan alur dari daerah lain.

“Salah satu contoh gagalnya pengerukan pasar ikan. Setelah datang tim teknis tidak bisa dipakai konsep dia,” kata Sanem usai menghadiri rapat di Kantor DPRD Belitung, Jumat (4/9) kemarin.

Sanem juga pernah menyebut konsultan copy paste di acara Ukrida National Conference di BW Suite, Kamis (3/9) kemarin. Menurut Sanem, hal itu secara otomatis menyebabkan lambannya penyerapan anggaran.

Selain itu, Sanem menyebut proyek Museum Bahari di Kecamatan Sijuk, juga gagal akibat ulah oknum konsultan. Akibat konsep copy paste alias mencontek, proyek itu pun kini terbengkalai dan harus ada perubahan masterplan baru.

“Ngulang pulak, otomatis dua tige kali muat. Ke depan ngencari konsultan yang benar-benar konsultan,” pungkas Sanem.

Sementara itu, pantauan harian Belitong Ekspres belum lamai ini, bangunan Museum Maritim yang terletak bersebelahan dengan wisata kuliner Jimbaran Balitung, memang nampak tak terawat.

Selain cat terlihat lusuh dan mulai mengelupas, tumbuhan ilalang juga sudah menghiasi areal bangunan Museum Maritim tersebut. (ade/yud)