Sanem Dukung Mabes Polri Usut Tuntas Tambang Timah Ilegal Hingga ke Penadah

by -
Sanem Dukung Mabes Polri Usut Tuntas Tambang Timah Ilegal Hingga ke Penadah
Bupati Belitung Sahani Saleh.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Bupati Belitung Sahani Saleh mendukung penuh kegiatan penertiban tambang timah yang dilakukan Dittipidter Bareskrim Mabes Polri di kawasan Hutan Air Buntar, Kolong Dinamo, Kecamatan Membalong.

Bahkan, dia meminta Bareskrim Polri mengusut tuntas sampai kepada oknum penadah pasir timah ilegal tersebut. Sebelumnya, sebanyak 4 alat berat jenis eksavator dan belasan peralatan tambang timah diamankan Tim Bareskrim Mabes Polri dari lokasi.

Selain itu, Tim Bareskrim Mabes Polri juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 15 orang pekerja yang terlibat dalam aktivitas tambang timah ilegal tersebut. Untuk sejumlah barang bukti, saat ini masih diamankan di Barak Polres Belitung.

“Kami sangat mendukung itu (Mabes Polri), karena kami tahu siapa-siapa pemain tersebut. Makanya kami berharap diusut tuntas sampai kepada siapa penadahnya,” tegas Bupati Belitung kepada Belitong Ekspres, Senin (26/4).

Hal ini juga disampaikan menanggapi aktivitas tambang yang diduga dalam kawasan Hutan Lindung (HL) Kecamatan Membalong tersebut. Dia sangat menyayangkan aktivitas penambangan timah di kawasan HL, karena sudah itu sangat jelas menyalahi aturan dan merusak lingkungan.

“Selain itu juga merusak citra daerah kami yakni sebagai daerah pariwisata, apalagi baru-baru ini kami sudah ditetapkan sebagai kawasan Belitong Unesco Global Geopark (UGG),” sebut pria yang akrab disapa Sanem

Bupati Sanem juga tidak membenarkan adanya aktivitas penambangan biji timah di dalam suatu kawasan yang dilarang dengan alasan apapun. Termasuk alasan faktor ekonomi di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Jadi tidak alasan ini faktor ekonomi untuk urusan “perut” makan dan lain-lain, semuanya harus ada aturan. Maka inilah yang kadang-kadang yang menjadi problem,” terang orang nomor 1 di Kabupaten Belitung itu.

Sanem berharap, kedepannya Pemerintah Daerah Belitung dapat berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk kepolisian dalam mencegah terjadinya aktivitas penambangan biji timah dalam kawasan HL.

“Karena memang selama ini kami bukan membiarkan, namun memang kewenangannya ada di pemerintah provinsi. Jadi tidak ada kewenangan kecuali memang inisiatif kalau kami dapat laporan kemarin maka kami yang akan tindak, tidak pandang mana batas kewenangan karena jelas perbuatan itu salah,” tandas Sanem. (dod)