Sanem Khawatir Lonjakan Covid-19 Klaster Bea Cukai Belitung

by -
Sanem Khawatir Lonjakan Covid-19 Klaster Bea Cukai Belitung
Bupati Belitung H. Sahani Saleh.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN– Bupati Belitung H. Sahani Saleh menyatakan, cukup khawatir dengan adanya klaster baru Kantor Bea Cukai di Negeri Laskar Pelangi. Pasalnya, dari 1 pasien positif Covid-19 bertambah menjadi 7 orang pegawai ikut terpapar dari klaster Kantor Bea Cukai Belitung tersebut.

“Ya, ada khawatir, katakanlah 1 menjadi 6 jadi 7. Nah 6 ini kan kemarin, mungkin sudah meluas pernah kontak ke siapa aja, nah itu kekhwatiran kita,” kata Bupati Belitung H. Sahani Saleh kepada Belitong Ekspres, Senin (19/10) kemarin.

Maka menurut Bupati, sekitar 14 hari ke depan agar acara-acara pertemuan dengan berbagai lintas sektor agar ditunda sementara. Jika dalam 14 hari ke depan tidak ada tambahan pasien positif Covid-19 dari klaster itu, baru aktivitas normal kembali.

Untuk sementara waktu kata dia, Kantor Bea Cukai Belitung ditutup. “Kita minta ditutup, karena untuk disterilkan baik orang atau kantor itu. Mereka meminta isolasi mandiri,” terang Bupati yang karib disapa Sanem itu.

Kata Sanem, beberapa hari kemarin pasien tersebut sudah melakukan kontak dengan beberapa orang, maka Dinas Kesehatan Belitung segera melalukan tracing. Bagi mereka (siapapun) yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 itu, agar datang secara sadar untuk rapid test, dengan segera menghubungi pihak Dinas Kesehatan Belitung.

“Kita berharap secara terbuka, pasien positif itu menyebutkan kepada siapa saja dia pernah kontak, sehingga juga pihak Dinkes juga langsung tracing. Jadi saling menjemput dalam melakukan tracing, baik dari yang pernah kontak maupun info dari yang bersangkutan,” harapnya.

Kemudian kata dia, ledakan kasus Covid-19 lagi atas klaster tersebut, tentunya hal itu bisa terjadi. Kalau melihat kasus klaster itu, karena penyebaran yang cukup tinggi, yakni dari 1 menjadi 6. Selanjutnya 6 orang tersebut kontaknya tentunya banyak dengan siapa saja. “Ini kan bisa jadi masalah, dan ini klaster terbesar di Belitung,” tukasnya. (dod)