Sanem Masih Incar Arak!

by -
Sanem Masih Incar Arak!
Satpol PP mengamankan barang bukti jerigen arak saat penggerebekan bersama Bupati Belitung di kawasan Desa Air Merbau, Selasa (28/7).

Masih Ada Beberapa Tempat yang Dicurigai

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Urusan miras arak tampaknya masih berlanjut. Bupati Belitung, H Sahani Saleh atau yang akrab disapa Sanem, menduga masih ada beberapa tempat pembuatan arak di Negeri Laskar Pelangi. Namun saat ini, mereka masih tiarap lantaran adanya pengerebekan beberapa waktu lalu.

“Kita sudah mengantongi nama-nama tersebut. Saat ini yang bersangkutan masih tutup. Tidak menutup kemungkinan mereka akan kembali beroperasi,” kata Sanem kepada Belitong Ekpres, Kamis (27/8) kemarin.

Meski begitu, tempat pembuatan arak yang dikantongi identitasnya masih dalam pantauan Sanem. Hampir setiap hari jajarannya terus mendatangi lokasi tersebut, untuk melihat perkembangan.

“Jika mereka (pemilik usaha arak) buka, atau beroperasi langsung kita sikat. Kita nyatakan perang terhadap air kencing setan (arak),” tegas orang nomor Wahid di Belitung ini.

Sebab, adanya peredaran arak di Belitung berpengaruh negatif. Seperti sering terjadinya kecelakaan. Maupun sejumlah aksi kriminalitas yang diakibatkan mengkonsumsi miras tersebut.

Sanem menjelaskan, dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan pihak kepolisian. Pasalnya, pemilik usaha arak yang dia gerebek sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Jajaran Polres Belitung.

Setelah ketiga orang diduga pemilik arak tanpa izin ditetapkan sebagai tersangka, ke depan Sanem bersama jajaran instansi lain seperti Satpol PP Kabupaten Belitung dan Polres Belitung akan melakukan razia.

“Target selanjutnya adalah toko kelontong yang menjual arak. Saat ini kita masih menunggu laporan. Jika kita temukan, maka akan kita grebek dan proses. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Belitung yang memproses kasus ini. Semoga peredaran arak di Belitung bisa diberantas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Belitung AKP Naek Hutahayan mengatakan, saat ini belum ada perkembangan mengenai kasus arak yang ditanganinya, pasca penetapan tersangka.

Sekarang jajarannya fokus ke dua orang yang telah ditetapkan tersangka. Yakni FT dan RC. Sedangkan HC setelah ditetapkan sebagai tersangka, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

“Sementara kita fokus yang ada. Dalam waktu dekat kami akan mengeluarkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP). Sedangkan untuk HC, kita akan keluarkan Surat DPO,” kata Hutahayan.

Dijelaskan Hutahayan, dalam kasus ini, Polres Belitung menjerat tersangka FT dan RC dengan dan Pasal 135 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan juncto Pasal 55 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Sedangkan HC Pasal 135 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan Juncto Pasal 53 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Ancaman hukumannya dua tahun penjara. Atau denda Rp 4 miliar. (kin)