Santo Habisi Nyawa Ripin Pakai Batu

by -
Video: Rekonstruksi Santo Habisi Nyawa Ripin Pakai Batu
Tersangka Santo memperagakan saat dia melakukan membunuh korban Ripin.

belitongekspres.co.id, BADAU – Polres Belitung bersama Kejaksaan Negeri Belitung, melakukan rekonstruksi kasus pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang menyebabkan tewasnya Aripin (56). Adegan reka ulang kasus tersebut dilakukan di Jalan Jawa, Desa Cerucuk, Badau, Kamis (18/2).

Sebanyak 23 adegan diperagakan dalam rekonstruksi ini. Mulai dari tersangka Santo datang ke rumah korban. Hingga akhirnya melakukan kekerasan terhadap pria yang akrab disapa Ripin ini.

Pada saat itu, tersangka Santo datang ke gubuk korban yang ada di lokasi, Kamis (28/1) malam hari. Setelah itu dia menggedor pintu rumah korban. Lalu ia mengambil batu bata yang ada di samping pintu.

Mendengar pintu digedor, korban berkata “siapa”. Lalu Santo menjawab “Pinjam motor untuk jalan-jalan”. Namun permintaan Santo tidak diizinkan oleh korban yang waktu itu sudah keluar dari rumah. Kesal dengan hal itu, Santo langsung memukul kepala korban dengan batu.

Korban sempat melawan. Namun Santo yang ketika itu sudah kesetanan lalu memukul muka korban berkali-kali. Hingga akhirnya Ripin meninggal dunia bersimbah darah. Lantas, Santo menyelimuti tubuh korban dengan kain.

Usai melakukan perbuatan tersebut, Santo langsung keluar rumah dengan membawa motor lalu menjualnya. Keesokkan harinya, mayat korban ditemukan oleh cucunya saat hendak mengantar uang BLT.

Hanya dalam waktu kurang sehari, Jajaran Satreskrim Polres Belitung berhasil mengungkap tabir kasus kejahatan ini. Santo berhasil diamankan saat berada di Bagan kapal yang ada di Pelabuhan Tanjung RU, Pegantungan.

Pada saat hendak ditangkap, residivis kasus pencurian ini berusaha kabur. Sehingga pihak kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur. Yakni menembak kedua kaki tersangka.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Balitung Aulia Pradana mengatakan, dia telah melihat secara langsung kronologis kejadian melalui rekonstruksi. Setelah ini, pihaknya akan mempelajari kasus tersebut.

“Saat ini pihak kepolisian baru mengirim Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP). Selanjutnya kita akan menunggu berkas tahap satu dari Polres Belitung,” kata Aulia Pradana kepada Belitong Ekspres.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Belitung AKP Chandra Satria Adi Pradana mengatakan, rekonstruksi ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti kronologis kejadian kasus tersebut. “Pada intinya kita bisa meyakinkan kepada kejaksaan, bahwa benar adanya kasus yang disangkakan,” kata AKP Chandra.

Dalam kasus ini, Santo dijerat Primer Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pindana (KUHP) tentang pembunuhan. Subsider Pasal 365 Ayat 4 KUHP Tentang Pencurian dengan Kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.

Ancaman hukuman mati/seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara. “Untuk rekonstruksi kali ini berjalan lancar. Selanjutnya kita akan melakukan pemberkasan, setelah itu kita akan kirim berkas tahap satu ke kejaksaan,” pungkasnya. (kin)