Satpol PP Amankan Puluhan Alat Bantu Penambang

by -

*Peringat Terakhir, Kembali Menambang akan Ditindak Tegas

foto A

Kasi Operasi dan Penindakan Satpol PP Beltim, Nazirwan memberikan arahan kepada para penambang, agar tidak lagi melakukan aktifitas di kawasan terlarang aliran Sungai Bendungan Pice Gantung , Senin (30/3) siang kemarin

GANTUNG – Sedikitnya puluhan alat bantu para penambang timah di kawasan aliran Sungai Bendungan Pice Dusun Seberang, Desa Selinsing Kecamatan Gantung, dibongkar dan diamankan Satpol PP Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Senin (30/3) pagi kemarin.

Razia penertiban penambang ini sudah berulang kali dilakukan. Kemarin merupakan akhir dari batas waktu yang dikeluarkan oleh aparat penegak Perda Beltim.

Penertiban yang dipimpin Kasi Operasional dan penertiban Satpol PP Beltim, Nazirwan didampingi Kasi Tramtib dan Pengawalan, Erly Aditama mengamankan puluhan alat bantu penambang, di antaranya kan, pipa, drum, dan alat lainnya.

 

“Jika tidak kita amankan mereka (penambang, red) tetap akan dan masih bertahan melakukan aktifitas di kawasan ini. Dan ini merupakan himbauan terakhir kepada mereka. Jika memang nantinya masih ditemukan penambang yang beraktifitas di sini, apa lagi menggunakan kompresor untuk alat bantu mereka menyelam, maka kami akan tindak tegas,” tegas Nazirwan kepada harian ini, usai melakukan penertiban.
Menurut Nazirwan, Penertiban dilakukan berdasarkan adanya laporan dari masyarakat yang mengetahui adanya kegiatan penambangan di lokasi terlarang tersebut.

 

“Setelah mendapat laporan, kita langsung berkoordinasi dengan atasan. Dan laporan tersebut pun sudah sampai ke Bupati Beltim, makanya Kami pun bergerak ke lokasi ini,” terangnya Nazirwan.

Ia mengungkapkan, hasil yang ditemukan tim razia di lapangan, yaitu alat bantu penambang. Kepada pemiliknya Tim razia pun meminta untuk dibongkar.

“Kita beri waktu hingga siang kemarin agar mereka segera mengosongkan kawasan aliran sungai bendungan Pice, jika tidak maka kami akan membongkarnya,” tegasnya kembali sembari menghimbau jangan pernah lagi melakukan aktifitas yang berisiko tinggi, di kawasan tesebut.

Sementara itu warga Dusun Baru Desa Gantung, Heru salah satu penambang di kawasan itu, meminta kepada Satpol PP Beltim untuk mencarikan solusi masalah lapangan pekerjaan.

“Kami tadinya, bukan tidak mau mengindahkan himbauan dari Satpol PP. Namun kami juga butuh pekerjaan Pak, jika dilihat beresiko semua pekerjaan beresiko tapi kami mau kerja dimana lagi Pak, Kami juga mau makan Pak,” ujar Heru yang mengaku kadang pasir timah yang didapatnya juga tidak sebesar harapan, tapi cukup buat makan sehari.

Dari pantaun Belitong Ekspres dil okasi kemarin, setelah mendapatkan arahan dari Kasi Operasi dan Penindakan Satpol PP, Nazirwan berangsur penambang satu persatu meninggalkan kawasan tersebut. (feb)