Satpol PP Belitung Amankan 29 Kemasan Arak dari 2 Toko di Tanjungpandan

by -
Satpol PP Belitung Amankan 29 Kemasan Arak dari 2 Toko di Tanjungpandan
Satpol PP Kabupaten Belitung berfoto bersama usai mengamankan 29 kemasan jenis arak, Minggu (26/1). (foto : dok Satpol PP Kabupaten Belitung.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Tindaklanjuti komitmen Bupati Belitung dalam pemberantasan Minuman Berakohol (minol) jenis arak, Satpol PP Kabupaten Belitung kembali mengamankan 29 kemasan berisi arak, Minggu (26/1/2020) sekira pukul 21.45 WIB.

“Kita lakukan penertiban ini atas komitmen dari Pak Bupati yang inginkan pemberantasan arak di Kabupaten ini,” sebut Kabid Tramtibum Satpol PP Kabupaten Belitung, Saparudin kepada belitongekspres.co.id, Senin (27/1/2020).

Ke 29 kemasan berisikan arak tersebut diamankan di dua tempat yang berbeda. Yakni di warung milik ES (36) yang berada di Jalan Hasim, Pangkal Lalang, Tanjungpandan dan di kedai milik SY (48) Jalan Kartini, Pangkallalang, Tanjungpandan.

“21 botol kita amankan di Jalan Hasim Idris Depan SMPN 7 Tanjungpandan dan 8 kantong yang berisi arak diamankan di daerah Padang Arok,” katanya.

Setelah diamankan, kedua penjual arak tersebut dibawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Belitung untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kemudian, kata Saparudin, untuk keduanya bersama Satpol PP Kabupaten Belitung telah sepakat untuk tidak menjual lagi barang haram tersebut.

“Tadi sudah kita lakukan tanda tangan kesepakatan di atas materai. Keduanya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saat ini keduanya kita lakukan pembinaan, namun jika masih mengulanginya, baru akan kita proses dengan jalur hukum,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu penjual arak tersebut, SY berhasil dikonfirmasi oleh belitongekspres.co.id. Katanya, ia baru pertama kali menjual minol jenis arak ini di kedainya.

“Semula hanya untuk suami saya stok, karena dia biasa mengonsumsi arak ini untuk menghangatkan tubuh, jadi saya beli,” kata SY.

Kemudian, ketika disinggung mengenai dari siapa ia mendapatkan barang haram tersebut, SY tidak mengaku tidak mengetahuinya sama sekali.

“Kan baru pertama kali ini beli. Kemarin ada yang datang pakai mobil Avanza hitam menawari kami arak ini. Jadi saya beli 15 kantong,” sebutnya.

Lebih lanjut, katanya ia membeli arak dari orang misterius tersebut dengan harga Rp.13 ribu untuk satu kantongnya. Dan kembali ia jual dengan harga Rp. 15 ribu.

“Jadi Rp.2 ribu untung satu kantongnya. Saya kapok dan tidak akan menjual lagi,” tukasnya.

Editor: Subrata
Reporter: Faizal