Satpol PP Belitung Tindak Tegas Pekerja Tower Ngamen di Terminal

by -
Satpol PP Belitung Tindak Tegas Pekerja Tower Ngamen di Terminal
Satpol PP Belitung Tindak Tegas Pekerja Tower Ngamen di Terminal
5 orang pemuda asal Jawa Timur ini diamankan Satpol PP Belitung saat ngamen di Terminal Tanjungpandan, Senin malam (15/10).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Enam orang pemuda asal Jawa Timur digaruk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Senin malam (15/10), saat ngamen di Terminal Penumpang, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Belitung, Suparudin, mengatakan, berdasarkan Perda No 5 Tahun 2014 pasal 35, bahwa setiap orang atau badan dilarang menjadi pengemis, menyuruh orang lain menjadi pengemis dan memberi pengemis atau pengamen.

Dijelaskannya, keenam orang berinisial AG (19), NU (35), AS (26), DI (24), TO (25) tersebut berasal dari Jawa Timur dan datang ke Belitung untuk bekerja sebagai pekerja lepas bangun tower PLN di Beltim.

“Mereka diamankan oleh tim patroli wilayah Satpol PP saat sedang melakukan aktivitas ngamen di Terminal Penumpang Tanjungpandan,” katanya saat di temui belitongekspres.co.id, Selasa (15/10) kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, kemudian keenam pemuda tersebut dibawa ke Mako Satpol PP untuk didata dan diberikan pembinaan. Kepala regu mereka juga dipanggil ke kantor untuk dimintai keterangan, begitu juga RT setempat.

Dalam kesempatan tersebut Suparudin memberikan arahan, jika memang tujuan datang ke belitung untuk bekerja, maka bekerjalah yang benar. Ia juga menegaskan agar jangan meminta-minta, apa lagi ngamen, karena Kabupaten Belitung sudah ada Perda yang diatur terkait hal tersebut.

“Mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, karena mereka tidak tahu kalau di Belitung ini dilarang mengamen dan mengemis. Tentunya kami tidak akan pernah berhenti untuk menindak tegas sebagaimana yang sudah diatur dalam Perda,” tegasnya.

Sementara itu, NU (35), mengaku, tidak mengetahui kalau di Belitung dilarang meminta dan mengemis. “Kita tidak tahu kalau di sini dilarang mengamen, kita juga di sini baru satu minggu, jadi kita tidak tahu dan kita janji tidak akan ngamen,” sesalnya.

(Rheza | belitongekspres.co.id)