Sayembara Bupati Belitung Berhasil, Sanem Gerebek 1,5 Ton Miras Arak

by -
Sayembara Bupati Belitung Berhasil, Sanem Gerebek 1.5 Ton Miras Arak
Bupati Belitung dan Kasat Pol PP memperlihatkan barang bukti hasil penggerekan gudang miras arak di kawasan Desa Air Merbau, Selasa (28/7).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung menggerebek sebuah gudang tempat penyimpanan arak, di kawasan Desa Air Merbau, Selasa (28/7) sore kemarin. Penggerebekan dipimpin langsung oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem).

Sebanyak 74 jerigen minuman keras (miras) arak berhasil diamankan saat penggerebekan tersebut. Barang bukti arak dalam jerigen ukuran 20 liter langsung diamankan di Kantor Satpol PP yang berada di Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung.

H. Sahani Saleh mengatakan, penggerebekan  arak yang ditaksir hampir 1,5 ton ini berawal dari laporan masyarakat. Laporan masyarakat terkait sayembara berhadiah yang diadakannya bagi siapa yang memberikan informasi tempat pembuatan arak.

“Ini merupakan salah satu suksesnya kita dalam mengadakan sayembara. Info semalam saya terima, sore ini kita tindaklanjuti dan ternyata di situ memang gudang penyimpanan arak,” kata Sanem kepada Belitong Ekspres.

Dikatakan Sanem, pada saat berada di lokasi ia terkejut dengan adanya minuman keras tersebut sebanyak puluhan jerigen. Lalu Sanem, juga melihat adanya orang yang diduga sebagai pekerja di lokasi. Saat diinterogasi, dia berbelit-belit memberikan keterangan.

Hingga akhirnya, pria berinisial RA (36) warga Medan Sumatera Utara dibawa ke Mako Pol PP untuk dilakukan pemeriksaan. “Penjaga gudang tersebut sedang diinterogasi oleh PPNS Satpol PP. Kita tunggu saja informasi lebih jauh,” tukasnya.

Sanem menegaskan, dalam kasus ini pihaknya meminta kepada Pol PP untuk menaikkan kasus sampai ke tahap persidangan. “Kasus ini harus naik, sampai ke persidangan. Yakni kasus tipiring seperti yang dinaikkan sebelumnya. Bahkan dia meminta, sang pemilik harus benar-benar diproses,” jelas pria penghobi mancing ini.

“Saya juga sudah tahu siapa pemiliknya (terduga). Dia merupakan orang luar. Namun ber KTP Belitung. Tidak hanya itu, kita juga tau siapa yang berada dibelakang usaha arak tersebut,” sebutnya.

Bahkan Sanem kembali menegaskan akan menindak siapapun yang berada di balik pembuatan dan penjualan arak ini. Untuk sang pemberi informasi, dia tetap menepati janjinya. Yakni, dengan memberikan uang yang dijanjikan kepada sang pelapor.

“Kita tidak akan membuka identitas pelapor. Kami membuka siapa saja yang melapor. Bahkan kita bisa kasih lebih bagi siapapun yang berani mengungkap keterlibatan oknum-oknum yang bermain,” pungkasnya.

Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Azhar menambahkan, dalam penggerebekan kali ini ditemukan 74 jerigen arak. Miras yang diperkirakan kurang lebih 1480 liter siap diedarkan. Salah seorang laki-laki disinyalir sebagai penjaga gudang minum haram tersebut.

“Katanya Ia mengaku sebagai penjaga pabrik tersebut namun tidak mengetahui siap pemiliknya. Kami tidak mudah percaya begitu saja makanya kami lakukan interogasi lebih jauh terhadap pria tersebut. Untuk permasalahan ini akan kita naikan ke Tipiring dan kita bawa kepengadilan,” ujarnya.

Sementara itu dengan keterangan yang berbelit, RA mengaku tidak mengetahui siapa pemilik miras tersebut. Pria ini mengatakan sudah empat bulan bekerja sebagai penjaga gudang penyimpanan arak tersebut.

“Kami tidak tahu siapa pemiliknya. Saya hanya disuruh orang untuk jaga. Barang ini datangnya hampir setiap malam dengan menggunakan truk. Pada saat mereka naruh arak saya tidur,” katanya. Ketika ditanyai, siapa yang menyuruh dia kerja di tempat itu, RA enggan menjelaskannya. (kin/rez)