Sebelas Lapak Bakal Dibongkar Paksa

by -

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang terus memberikan peringatan kepada para pedagang di pasar induk Pangkalpinang untuk tidak berjualan diluar area yang ditentukan. Peringatan tersebut guna menjadikan pasar-pasar yang ada menjadi pasar modern yang bersih, tertib dan higienis.
Sejauh ini, menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pangkalpinang, Abdullany pihaknya telah mengincar sekitar sebelas lapak milik pedagang untuk ditertibkan. Lapak-lapak tersebut menggunakan trotoar jalan sehingga mengganggu pejalan kaki serta mengakibatkan kemacetan.
“Ada sebelas lapak yang nantinya akan kita bongkar, dan untuk para pedagang tersebut akan kita pindahkan ke lapak bagian dalam yang telah disediakan oleh Pemkot. Dan saya harapkan agar bisa bekerja sama untuk membongkar sendiri lapaknya dan bisa menempati lapak yang telah disediakan,” ujarnya, Selasa (11/8) kemarin.
Namun demikian, ditegaskan Abdullany pihaknya masih belum akan mengambil tindakan pembongkaran. Ia berharap dengan waktu yang diberikan dan himbauan yang disampaikan, pedagang dapat memahami tujuan dari rencana pihaknya sehingga dapat melakukan pembongkaran sendiri tanpa adanya tindakan paksa oleh kesatuannya.
“Tapi sebelum kita melakukan pembongkaran paksa kita masih melakukan himbauan kepada para pedagang agar bisa pindah sendiri dan membongkar lapaknya sendiri. Hari ini (Kemarin,red) kita lakukan himbauan untuk para pedagang membongkar lapaknya dan apabila tidak dibongkar juga ya terpaksa akan kami bongkar paksa,” tegasnya.
Masih katanya, penertiban kali ini lebih difokuskan terhadap para pedagang yang masih berjualan di tempat yang dilarang.     Walaupun masih terdapat pedagang yang memprotes akan tetapi menurutnya, pihaknya tetap melakukan penataan dan penertiban agar terwujudnya pasar modern yang diimpikan.
“Jika para pedagang sudah berjualan di dalam area pasar, maka pasar ini akan terlihat lebih rapi. Selain itu, bisa mempermudah masyarakat menemukan apa yang mau mereka beli, karena pedagangnya menempatkan tempat sesuai dengan jenis dagangannya, untuk itu harapnya penertiban ini merupakan penertiban yang terakhir. Untuk itu kami meminta dan berharap kepada para pedagang agar tetap mematuhi peraturan dengan berjualan di tempat yang telah disediakan,” tukasnya. (tya)