Sebulan, 151 Orang Warga Beltim Terpapar Virus Corona

by -
Sebulan, 151 Orang Warga Beltim Terpapar Virus Corona
Ilustrasi

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Lonjakan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) kini semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan rilis Sekretaris Daerah (Sekda ) Beltim, Ikhwan Fahrozi, per Ahad (31/1) kemarin jumlah keseluruhan yang terkonfirmasi Covid-19 mencapai 186 orang.

Artinya, terjadi penambahan sebanyak 151 kasus dalam rentang 1 bulan di tahun 2021 ini . Sebelumnya, tahun 2020 hanya sebanyak 35 kasus. Kabar memprihatinkan, juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Beltim, Tn MY (44) yang ikut terpapar Covid-19.

Dampaknya, sementara waktu selama 1 minggu ke depan Kantor DKPPKB Beltim terpaksa diberlakukan WFH (Work From Home). Selain itu, juga dilakukan swab kepada seluruh pegawai DKPPKB Beltim tersebut. “Mereka dilakukan swab antigen, ketika positif dilanjutkan ke PCR,” kata Ikhwan Fahrozi.

MY diketahui positif Covid-19 setelah dilakukan uji sampel Swab PCR di Labkesda Provinsi Bangka Belitung (Babel) pada tanggal 30 Januari 2021. Dia terpapar karena transmisi lokal. Selain Kadinkes Beltim, pelajar di SMA Negeri Manggar, juga ikut terpapar.

Pelajar tersebut yaitu An KNR (15), warga Desa Lalang Jaya Kecamatan Manggar. KNR yang terpapar dari transmisi lokal, juga terkonfirmasi positif tanggal 30 Januari 2021, berdasarkan hasil swab PCR di Labkesda Provinsi Babel.

“Jumlah keseluruhan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Beltim sampai saat ini berjumlah 186 orang. Dengan rincian 170 orang sudah dinyatakan sembuh, 16 orang masih menjalani isolasi mandiri. Sampai saat ini sebanyak 137 sample swab sedang menunggu hasil pemeriksaan dari Labkesda Provinsi Babel,” terang Sekda Beltim.

Oleh karena itu, Sekda berpesan bagi siapa saja yang pernah kontak dengan pasien positif tersebut, diharapkan segera melaporkan diri ke Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim, atau pusat layanan kesehatan masyarakat lainnya.

Menurut Sekda Beltim, keterbukaan dan kejujuran diri sangatlah penting. Sehingga nantinya akan mudah mendeteksi orang-orang yang pernah berinteraksi dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dan satu hal yang terpenting adalah bagaimana perlakuan kita terhadap orang yang terpapar virus ini. Tentunya kita harus memberikan dukungan moril dan tidak menciptakan stigma negatif terhadap siapa saja yang pernah dan masih terkonfirmasi positif Covid-19,” tukas Ikhwan.

Kata dia, saat ini virus Corona semakin berdampingan di kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, Ikhwan berharap kedisiplinan diri dalam menjaga kesehatan menjadi sangatlah penting, mengingat bahaya dan dampak yang ditimbulkan oleh virus ini sangatlah luas.

“Saya menghimbau agar menjadi perhatian kita bersama untuk saling menjaga dan menjalankan protokol kesehatan. Jangan menganggap remeh virus ini, setiap orang tidak memiliki kekebalan tubuh yang sama,” pungkas Sekda Beltim. (dny)